Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Senin (9/2) diperkirakan berada pada rentang support 5.290-5.320 dan resisten 5.352-5.358.   Secara teknis, pola separating lines kembali dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali bergerak naik dengan histogram positif yang naik.

Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik naik. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.286-5.315) dan mampu bertahan di atas target support (5.250-5.268). Laju IHSG kembali berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya dan lonjakan tersebut tidak meninggalkan utang gap sehingga masih ada potensi bagi IHSG untuk kembali menguat.

Meski demikian,  perlu dicermati meski masih memiliki peluang namun, seperti biasanya setelah menyentuh level tertinggi terbarunya IHSG terkadang balik badan. Jika kondisi ini terjadi maka akan menutup peluang tersebut. Tetap cermati potensi pembalikan arah.

Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 2.004-2.100. Bullish engulfing bertahan di middle bollinger band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 2.060.   Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 23.150-23.650. Hammer lewati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diringi peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 23.400.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran support-resisten Rp 11.400-11.775. White marubozu di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI) diiringi peningkatan volume beli. Trading buy selama bertahan di atas Rp 11.525.

Berikutnya saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran support-resisten Rp 4.575-4.655. Bullish harami bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 4.600.  Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.620-1.775. Bullish engulfing dekati UBB. Relative Strength Index (RSI) meningkat diikuti kenaikan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.710.   Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran support-resisten Rp 24.900-26.575. White marubozu lewati UBB. Wiiliam’s %R melonjak diikuti terbentuknya utang gap Rp 24.450-24.925 dan kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading sell jika Rp 26.350 gagal bertahan.Pada perdagangan Jumat (6/2), IHSG  ditutup menguat 62,620 poin (1,19%) ke posisi 5.342,515.  Level penutupan tersebut merupakan level tertinggi perdagangan Jumat. Indeks mencapai level terendahnya 5.296,597 atau menguat 16,702 poin.  Setelah melemah sehari sebelumnya, laju IHSG mampu berbalik ke zona hijau. Laju IHSG pun dapat memenuhi harapan kami untuk dapat mengalami kenaikan. Sebelumnya kami tuliskan, ‘respon pelaku pasar terhadap rilis GDP sangat negatif yang juga dibarengi dengan sentimen negatif dari global.

 Adanya awan hitam negatif mengurangi potensi IHSG untuk dapat kembali rebound meski kami masih berharap adanya kesempatan bagi IHSG untuk dapat menguat di akhir pekan.  Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.  Harapan akan penguatan pun dapat dipenuhi IHSG dan bahkan mampu melampaui ekspektasi kami. Masih hijaunya laju bursa saham AS, menguatnya rupiah yang diiringi masih adanya aksi beli investor asing, hingga rilis kenaikan cadangan devisa Indonesia bulan Januari mampu membawa IHSG rebound dan take off. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 88,99 miliar menjadi net buy Rp 1,2 triliun).

Selain itu,  rilis kenaikan cadangan devisa RI dari USD 111,86 miliar di bulan Desember 2014 menjadi USD 114,25 miliar di bulan Januari 2015 mampu menolong laju rupiah hingga dapat kembali terapresiasi. Setidaknya, sentimen tersebut dapat mengimbangi sentimen negatif dari rilis GDP sebelumnya yang mengalami penurunan.  Kebetulan juga laju dolar AS juga sedang melambat seiring respons negatif pelaku pasar terhadap membesarnya defisit neraca perdagangan AS dari USD 39,75 miliar menjadi USD 46,56 miliar. Laju Rupiah berada di atas target level resisten 12.650.