Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Selasa (21/4)  diperkirakan berada pada rentang support  5.379-5.391dan resisten 5.410-5.414. Secara teknis, pola hammer dekati area lower bollinger band  (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD)masih melemah dengan histogram negatif yang lebih panjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s % R gagal mencoba berbalik naik dan kembali mengalami penurunan.

Pergerakan IHSGgagal mendekati area target resisten (5.425-5.435) dan juga sempat berada di area target support (5.376-5.389) namun, mampu berada di  atas area tersebut.Tidak jauh berbeda dengan akhir pekan sebelumnya di mana kembali adanya aksi jual membuat IHSG belum dapat melanjutkan pergerakan positifnya sehingga masih berkubang di zona merah.

Tekanan yang terjadi masih terbatas sehingga belum sempat mendekati utang gap lama di level 5.342-5.372 (17-18 Februari). Dari sisi volume jual mulai berkurang sehingga diharapkan dapat diimbangi dengan adanya peluang kenaikan meski tipis. Namun demikian, tetap waspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran support-resisten Rp 7.025-7.275. Morning star di daerah Middle Bollinger band (MBB). %relative performance bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 7.125.   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.725-3.850. Three outside down bertahan di atas Lower Bollinger Band (LBB). William’s %R masih melanjutkan penurunannya namun, diimbangi dengan kenaikan mass index. Buy on weakness  jika di bawah Rp 3.730. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 38.250-38.675. Doji star bertahan di atas Lower Bollinger Band (LBB). Relative Strength Index (RSI) berbalik naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 38.325.

Berikutnya saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) dalam kisaran support-resisten Rp 915-965. Tweezers top lewati Middle Bollinger Band (MBB). Target resisten Rp 960 gagal tercapai. William’s %R mulai berbalik turun diikuti pelemahan parabolic SAR. Trading sell jika Rp 920 gagal bertahan.   Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.290-1.400. Piercing lines di atas LBB. Stochastic mencoba berbalik diikuti peningkatan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.350.  Saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dalam kisaran support-resisten Rp 22.675-23.250. Separating lines di atas Lower Bollinger Band (LBB). Target resisten Rp 23.325 gagal tercapai MFI bergerak turun diiringi pelemahan parabolic SAR. Trading sell jika Rp 22.775 gagal bertahan.

Di sisi lain, imbas pelemahan laju bursa saham global yang dimulai dari AS seiring respons negatif terhadap kembali maraknya desakan untuk kenaikan Fed rate memberikan sentimen negatif terhadap laju bursa saham Asia termasuk IHSG. Aksi jual pun tak terhindarkan sehingga membuat laju IHSG sulit keluar dari cengkraman teritori negatif. Kembali adanya aksi jual membuat IHSG belum dapat melanjutkan pergerakan positifnya sehingga masih berkubang di zona merah. JIka aksi jual ini berlanjut maka dikhawatirkan akan dapat mendekati utang gap lama di level 5342-5372 (17-18 Februari). Pergerakan variatif cenderung melemah masih dimungkinkan jika sentimen yang ada kurang cukup kuat membuat laju IHSG berbalik naik.

Kembali melemahnya laju Rupiah yang dibarengi melemahnya laju bursa saham Asia menahan penguatan IHSG. Bahkan adanya crossing saham GEMS senilai Rp 14,72 triliun yang berimbas pada melonjaknya nett buy asing tidak cukup kuat membalikkan IHSG ke zona hijau. Investor asing masih melakukan nett buy (dari net sell Rp 576,60 miliar menjadi net buy Rp 15,07 triliun).