Equityworld Futures : Arah pergerakan IHSG Jumat (27/3) diperkirakan berada pada rentang support 5.340-5.360 dan resisten 5.384-5.415.  Secara teknis, pola  inverted hammer dekati area lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih bergerak turun.

Laju IHSG gagal menyentuh batas atas area target resisten (5.445-5.458) dan cenderung bergerak di bawah level area target support (5.385-5.390). Tampaknya sentimen yang kurang mendukung akan membuat IHSG berpeluang untuk menutup utang gap lama di level 5.342-5.372 yang terjadi pada 17-18 Februari sebelum berbalik naik.  Peluang penurunan masih dimungkinkan jika melihat sentimen yang ada masih kurang kondusif. Namun demikian, tetap cermati volume perdagangan dan tetap antisipasi pelemahan lanjutan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran support-resisten Rp 14.400-14.775. Shooting star menjauhi upper Bollinger band (UBB). RSI mulai bergerak turun diiringi pelemahan stochastic. Support Rp 14.475 mencoba untuk bertahan. Trading sell jika Rp 14.475 gagal bertahan.  Saham PT Ciputra Developemnt (CTRA) dalam kisaran support-resisten Rp 685-785. Morning doji star bertahan di area middle Bollinger band (MBB). William’s %R berbalik naik diikuti kenaikan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 700.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.145-3.365. Meeting lines berada di area Lower Bollinger Band (LBB). Mass index bergerak naik diimbangi peningkatan %relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.300.

Berikutnya saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.255-1.295. Spinning di bawah Upper Bollinger Band (UBB). Stochastic mencoba berbalik naik namun, MFI cenderung sideways. Trading sell jika Rp 1.265 gagal bertahan.  Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 20.400-21.325. Lower spinning di atas Lower Bollinger Band (LBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Buy on weakness  jika bergerak di bawah Rp 20.950.  Saham PT Astra Otopart (AUTO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.300-3.450. Meeting lines di area LBB. Parabollic SAR coba berbalik naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.385 per saham.

Pada perdagangan Kamis (26/3), IHSG  ditutup turun 36,689 poin (0,68%) ke angka 5.368,8.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.413,287 atau menguat 7,798 poin dan mencapai level terendahnya 5.368,671 atau turun 36,818 poin. Kurang kondusifnya kondisi pasar membuat mood pelaku pasar kian berkurang. Ritme pasarpun menjadi tidak terlalu menarik untuk melakukan trading dimana volume perdagangan bergerak acak cenderung melemah.

Di sisi lain, pelaku pasarpun tampaknya lebih banyak terlihat wait & see bahkan tak jarang lebih memilih keluar pasar dengan konsekuensi cutloss. Laju bursa saham Asia yang cenderung melemah pasca merespon penurunan bursa saham AS yang dibarengi dengan kembali terdepresiasinya laju Rupiah membuat IHSG kehilangan daya dorongnya.

Lagi-lagi IHSG kian menjauh dari zona hijau. Kondisi inipun tak jauh berbeda dengan ulasan kami sebelumnya di mana Dari sisi pergerakan chart tampaknya belum memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan untuk bergerak naik seiring dengan masih adanya aksi jual dari pelaku pasar namun, jika diasumsikan level low saat ini menyerupai level low di 18 Maret dimana saat itu mulai tertahan penurunan dan terjadi kenaikan esok harinya maka peluang kenaikan tentunya masih ada.