Equityworld Futures : Pergerakan  IHSG pada perdagangan Senin (1/6), diperkirakan berada pada rentang support 5.205-5.209 dan resisten 5.235-5.256.  Secara teknis, pola Three black crows di bawah area Middle Bollinger Band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai berbalik melemah dengan histogram positif yang turun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan  William’s %R masih cenderung turun.  IHSG bergerak di bawah target support 5.215-5.225 dan sempat berada di area target resisten 5.245-5.280  meski kembali melemah.

Setelah lunaskan utang gap 5.273-5.278, laju IHSG belum menunjukkan adanya pembalikan arah naik. Meski kami mengharapkan adanya kenaikan namun, tampaknya IHSG masih berada dalam tren penurunan jangka pendeknya (untuk sementara ini). Laju IHSG masih berpotensi melemah jika aksi jual masih berlanjut. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR)dalam kisaran support-resisten Rp 13.325-13.525. White marubozu dekati upper bollinger band (UBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan volume beli, trading buyselama bertahan di atas Rp 13.400.Titik cut loss di Rp 13.375. Saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam kisaran support-resisten Rp 8.700-9.500. White marubozu dekati Upper Bollinger Band (UBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading selljika Rp 9.375 gagal bertahandan trading buy jika bertahan di atas Rp 9.400.  Saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL)dalam kisaran support-resisten Rp 315-345. Hammer bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diiringi peningkatan mass index, trading buyselama bertahan di atas Rp 336. Titik cut loss di Rp 330.

Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 22.050-22.650. Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli, trading buy selama bertahan di atas Rp 22.350. Titik cut loss di Rp 22.300.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.960-3.125. Three inside up bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI), trading buyselama bertahan di atas Rp 3.080. Titik cut loss di Rp 3.070.   Saham PT Jasa Marga (JSMR) dalam kisaran support-resisten Rp 6.300-6.575. White marubozu di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Trading buyselama bertahan di atas Rp 6.425. Titik cut loss di Rp 6.400.

Pada perdagangan Jumat (29/5), IHSG ditutup melemah 21,022 poin (0,40%) ke posisi 5.216,379.  Sepanjang perdagangan Jumat, indeks mencapai level tertingginya 5.252,205 atau menguat 14,804 poin dan mencapai level terendahnya 5.214,571 atau turun 22,830 poin.  Kekhawatiran kami akan masih terjadinya pelemahan, kian berlanjut dengan laju IHSG yang bergerak masih melanjutkan pelemahannya. Bahkan dengan terlunasinya utang gap juga belum membuat laju IHSG bergerak positif.

Pelemahan kian berlanjut pasca terimbas sentimen pelemahan laju bursa saham AS dengan aksi jual lanjutannya seiring masih menguatnya nilai tukar dolar AS. Begitu juga dengan anggapan belum tuntasnya permasalahan Yunani, dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pelemahan di Tiongkok.  Sempat bergerak naik namun, tidak lama IHSG berbalik merah hingga akhir sesi. Indeks sektoral saham banyak yang mengalami pelemahan seiring dengan imbas negatif dari penutupan bursa saham AS sebelumnya dan juga terimbas dari laju bursa saham Asia yang kurang kondusif.

Melemahnya laju rupiah dan masih adanya nett sell asing kian menambah derita IHSG.Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp 482,89miliar menjadi net sell Rp 172,31miliar).  Masih menguatnya laju dolar AS seiring masih melemahnya laju Euro dengan belum jelasnya masalah penyelesaian utang Yunani memberikan imbas negatif  pada laju rupiah yang berbalik melemah.