Equityworld Futures : Pergerakan  IHSG Rabu (4/3) diperkirakan berada pada rentang support 5.460-5.468 dan resisten 5.489-5.507.   Secara teknis, pola  shooting star kembali mendekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih pendek.  RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai terbatas kenaikannya. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.470-5.478) dan juga bertahan di atas area target support (5.447-5.453).

Laju IHSG yang diharapkan naik tampaknya tidak mampu memenuhi harapan tersebut sehingga berada di zona merah. Aksi jual dan berkurangnya aksi beli investor asing diperkirakan masih akan berlanjut.  Dengan asumsi indikator teknikal memperlihatkan adanya potensi penurunan maka laju IHSG pun dapat berpeluang melanjutkan pelemahan. Terkecuali masih ada sentimen dari global yang mampu mengimbangi potensi pelemahan tersebut. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi-potensi pelemahan lanjutan meski belum mendekati utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan.

Semenatara untuk sejumlah seham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Visi Media Asia (VIVA) dalam kisaran support-resisten Rp 520-580. Meeting lines bertahan di atas middle Bollinger band (MBB). William’s %R berbalik naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 540.  Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran support-resisten Rp 14.275-14.625. Shooting star lewati UBB. RSI masih bergerak naik namun, mass index mulai turun & terdapat utang gap 14.300-14.325. Trading sell jika Rp 14.325 gagal bertahan.   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 4.385-4.525. Doji star di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diiringi peningkatan William’s %R. Trading buy selama bertahan di atas Rp 4.430.

Kemudian saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) dalam kisaran support-resisten Rp 960-1.015. Shooting star bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli naik diikuti peningkatan %relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 980.  Saham PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI) dalam kisaran support-resisten Rp 1.210-1.285. Morning star dekati Middle Bollinger Band (MBB). MFI berbalik naik diiringi peningkatan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.240.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp  3.530-3.645. Doji star mencoba dekati Middle Bollinger Band (MBB). Tekanan jual mulai mereda diikuti kenaikan RSI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.565.

Pada perdagangan Selasa (3/3) IHSG  ditutup terkoreksi turun tipis 3,212 poin (0,06%) ke angka 5.474,619.  Sepanjang perdagangan, indeks saham men mencapai level tertingginya, nyaris mencapai level psikologis 5.500 di angka 5.499,765 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) atau menguat 21,934 poin sepanjang hari ini. Di sisi lain, indeks mencapai level terendahnya 5.472,573 atau turun 5.258.

IHSG kurang mampu mempertahankan laju positifnya di awal perdagangan setelah menguat sehari sebelumnya dengan kembali terkena aksi profit taking. Pelemahan ini pun telah kami khawatirkan dapat berpeluang terjadi seiring laju IHSG yang selalu dapat menyentuh new break high dalam waktu yang berdekatan.  Sebelumnya kami ulas, laju IHSG mampu mempertahankan tren kenaikannya meski sebelumnya telah mensinyalkan adanya potensi pelemahan. Jika aksi beli ini masih berlanjut dan sentimen membaiknya kondisi makro ini bisa tetap terjaga maka laju IHSG pun masih akan betah di zona hijau meski kami sarankan untuk tetap mewaspadai potensi-potensi pembalikan arah.

Tampaknya utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan. Meski berakhir di zona merah namun, IHSG sempat mampu menyentuh level tertinggi terbarunya. Sempat berlanjutnya pelemahan rupiah; belum terlihat adanya kekhawatiran pemerintah terhadap pelemahan rupiah; dan imbas melemahnya sejumlah bursa saham Asia turut melemahkan IHSG.  Setelah berhasil melampaui rekor tertinggi sehari sebelumnya di 5.477,83 IHSG pun sempat kembali menyentuh level tertinggi terbarunya nyaris 5.500 sebelum berbalik arah. Pada minggu ketiga Februari sempat di level 5.427 dan dilanjutkan new high record di 5.448,70 pada (25/2), dan pada (26/2) sempat menyentuh level tertinggi terbarunya di level 5.459,49. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 628,82 miliar menjadi net buy Rp 289,27 miliar).