Equityworld Futures : Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan dari gempuran aksi jual intra-day di tengah gejolak regional dan politik. Dalam situasi ini, empat saham bisa menjadi pilihan. Indeks domestik kemarin mampu bertahan sehingga masih membuka jalan untuk mengetes kembali high di 5.348 dan 5.384.  Rekomendasi untuk akumulasi saham big cap index drives yang akan jadi gerbong pendorong.

Sejumlah saham yang layak dipertimbangkan untuk perdagangan hari ini antara lain:  PT Indofood (INDF), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA).  Saham INDF secara teknis  short term konsolidasi pada grafik mingguan dalam perbaikan medium term uptrend saham emiten consumer holding ini dapat digunakan sebagai kesempatan positioning buy untuk antisipasi rally breakout nanti.  Rekomendasi  beli dengan trading target Rp 7.575. Entry (1) Rp 7.325 entry (2) Rp 7.275, serta cut loss point Rp 7.200.  Saat ini saham INDF ditransaksikan pada price earning (PE) 2015 mencapai 16 kali, price book value (PBV) 1,6 kali dan return on equity (ROE) 9,9 persen.

Kemudian  saham TLKM, jika berdasarkan valuasi harganya saat ini diperdagangkan pada price earning (PE) 2015 mencapai 19 kali, price to book value  (PBV) 3,6 kali, serta return on equity (ROE) 18,8 persen.  Koreksi minor ke batas aman support mingguan pada saham emiten telekomunikasi ini merupakan ideal entry point untuk mengikuti laju kenaikan minor uptrend baru nanti. beli dengan trading target Rp 2,925, entry (1) Rp 2.855, entry (2) Rp 2.865, serta cut loss point Rp 2.850.

Untuk saham BBCA,  bentuk konsolidasi minor pada strong medium term uptrend baru saham perbankan big cap swasta dengan valuasi price earning ratio (PER) premium ini dapat dilihat sebagai positioning buying point untuk antisipasi breakout mencetak new high nanti.  Rekomendasi kami beli dengan trading target Rp 14.450. Entry (1) Rp 14.050, entry (2) Rp 13.850, dan cut loss point Rp 13.750.   Jika dilihat valuasi harganya saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada price earning (PE) 2015 sebesar 21,4 kali, price to book value (PBV) 4,6 kali serta return on equity (ROE) 21,1 persen.

Sementara saham BBRI dapat menjadi pilihan berikutnya.  Proses koreksi minor ke price gap bawah dalam medium term uptrend pada saham perbankan big cap BUMN yang bergelut di sektor kredit mikro UKM ini dapat digunakan sebagai kesempatan beli untuk mengikuti kenaikan berikutnya.  Berdasarkan valuasi harganya saat ini, saham BBRI diperdagangkan pada posisi price earning (PE) 2015 sebesar 12,2 kali, price to book value (PBV) 3 kali dan return on equity (ROE) 24,5 persen.  Buy dengan trading target Rp 12.150, entry (1) Rp 11.925, entry (2) Rp 11.875, serta cut loss point Rp 11.775.