Equityworld Futures : Terbatasnya sentimen penggerak membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambat.  Pelaku pasar melakukan aksi jual sehingga menunda kenaikan IHSG untuk break high 5.348 dan berlanjut ke 5.420, sekarang tinggal menunggu keadaan normal kembali untuk rebound.  Sejumlah  saham dapat direkomendasikan untuk perdagangan hari ini. Keempat saham itu yakni PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Wijaya Karya Beton (WTON), PT Media Nusantara Citra (MNCN),  dan PT Adaro Energy (ADRO).

Berdasarkan valuasi harganya saat ini saham BBTN ditransaksikan pada price earning (PE) 2015 mencapai 11 kali, price to book value (PBV) 0,9 kali serta return on equity (ROE) 8 persen.  Pattern short term konsolidasi dalam grafik mingguan dalam perbaikan medium term uptrend pada saham emiten perbankan small cap BUMN yang bergelut di kredit mikro UKM ini bisa dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi buy. Trading target Rp 1.095 , entry (1) Rp 1.010, entry (2) Rp 995, serta cut loss point Rp 998.

Kemudian saham WTON dapat menjadi pilihan berikutnya.   Koreksi minor ke batas aman support mingguan pada saham emiten konstruksi beton BUMN ini dapat dilihat sebagai entry point untuk mengantisipasi kenaikan swing berikutnya yang bermain di atas resistance Rp 1.440.  Saat ini, saham WTON diperdagangkan pada price earning (PE) 41 kali, price to book value (PBV) 5,8 kali serta return on equity (ROE) 14,4 persen.  Entry (1) Rp 1.380, entry (2) Rp 1.365, serta cut loss point Rp 1.345.

Sementara untuk saham MNCN, bentuk konsolidasi minor pada strong medium term uptrend baru saham emiten multimedia ini dapat digunakan sebagai entry buying point menuju kontinuasi kenaikan ke high setahun terakhir di Rp 3.250.  Rekomendasi kami beli dengan entry (1) Rp 3.025, entry (2) Rp 2.995, serta cut loss point Rp 2.975.  Sementara berdasarkan posisi harga terakhir saham ini diperdagangkan pada valuasi price earning (PE) 23,3 kali, price to book value (PBV) 4,98 kali serta return on equity (ROE) 21,1 persen.

Proses konsolidasi dalam perbaikan medium term trend pada saham emiten batubara ADRO ini,  mulai melihat titik cerah dalam perubahan menuju momentum yang lebih positif ke depan.  Rekomendasi  akumulasi moderat dengan trading target Rp 1.035.  Saat ini saham ADRO diperdagankan pada price earning (PE) 2015 mencapai 9 kali, price to book value (PBV) 2,05 kali serta return on equity (ROE) 19,5 persen.  Entry (1) Rp 985, entry (2) Rp 975, sertacut loss point Rp 965.