Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Kamis (30/4), diperkirakan berada pada rentang support 4.995-5.000 dan resisten 5.125-5.150.  Pola separating lines masih di bawah area lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih turun dengan histogram negatifyang lebih panjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik turun.

Pergerakan IHSG gagal mendekati area target resisten (5.252-5.264) dan juga sempat jauh di bawah area target support (5.150-5.172). Laju IHSG terlihat gagal mencoba berbalik naik seiring kian membesarnya volume aksi jual dibandingkan aksi beli. Tampaknya kekhawatiran kami akan laju IHSG yang akan melunasi utang gap di 5.069-5.076 dan 5.113-5.125 terjadi. Dengan harapan akan terjadinya peluang rebound pasca lunasnya utang gap tersebut, ekspektasi adanya imbas positif dari The Fed.

Sementara untuk sejulah aham yang layk dipertimbangkan antara lan:  Saham PT Panin Financial (PNLF) dalam kisaran support-resisten Rp 299-325. Hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 310.  Saham PT Bank Pembangunan Jawa Timur (BJTM) dalam kisaran support-resisten Rp 475-503. Hammer tinggalkan Lower Bollinger Band (LBB). Stochastic berbalik naik diiringi kenaikan Moving Average Convergence-Divergence (MACD). Trading buy selama bertahan di atas Rp 490.  Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran support-resisten Rp 5.070-5.350. Spinning dekati Middle Bollinger band (MBB). Relative Strength Index (RSI) mencoba berbalik naik diikuti kenaikan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 5.150.

Beberapa saham PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dalam kisaran support-resisten Rp 8.300-6.775. Inverted hammer di area Lower Bollinger Band (LBB). William’s %R mencoba berbalik naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 8.325.  Saham PT Ciputra Surya (CTRS) dalam kisaran support-resisten Rp 2.825-3.025. Hammer dekati middle Bollinger band (MBB). %relative performance bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 2.925.   Saham PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) dalam kisaran support-resisten Rp 500-550. Morning doji star di atas Lower Bollinger Band (LBB). Relative Strength Index (RSI) berbalik naik diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama bertahan di atas Rp 525.

Pada perdagangan Rabu (29/4),  IHSG  berakhir melemah tajam 136,594 poin (2,61%) ke angka 5.105,563. Sepanjang perdagangan Rabu, indeks mencapai level tertingginya 5.237 atau turun 4,946 poin dan mencapai level terendahnya 5.015,008 atau anjlok 227,149 poin.  Laju IHSG masih dalam zona merah. Bahkan lebih dalam dibandingkan sebelumnya. Sejumlah sentimen negatif masih mewarnai laju IHSG yang tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi bursa saham AS dan beberapa Asia yang masih dapat menghijau.

Pada perdagangan yan lalu, IHSG terlihat mencoba berbalik naik seiring dengan mulai adanya aksi beli meskipun belum terlalu besar. Meski aksi beli mulai terlihat namun, posisinya belum cukup kuat sehingga IHSG pun masih menyimpan potensi pelemahan.  Apalagi ternyata IHSG masih menyimpan utang gap di 5.069-5.076 dan 5.113-5.125 dan imbas dari pelemahan rupiah jelang pertemuan The Fed.

Di sisi lain, maraknya pemberitaan dan anggapan penurunan ini karena sentimen penurunan popularitas Presiden Jokowi yang turun dan telah berlangsungnya eksekusi mati terpidana narkoba menjadi sentimen yang telalu berlebih-lebihan untuk dijadikan dasar penurunan market. Menurut kami sangat tidak relevan.

Masih adanya rilis kinerja para emiten yang mengalami penurunan pertumbuhan, melemahnya laju rupiah, hingga aksi jual asing yang memanfaatkan masih besarnya nilai net buy selama year to date Rp 12,36 triliun yang dibarengi kepanikan secara psikologis terutama investor lokal turut membuat IHSG semakin terhempas ke jurang.Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp 1,71 trilun menjadi net sell Rp 1,82 trilun.