Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Kamis (5/3) diperkirakan berada pada rentang support 5.425-5.435 dan resisten 5.458-5.472.  Secara teknis bearish evening star jauhi area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai melemah dengan histogram positif yang lebih pendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun.

Pergerakan  IHSG gagal mendekati area target resisten (5.489-5.507) dan jauh berada di bawah area target support (5.460-5.468). Laju IHSG kami perkirakan berpotensi mengalami pelemahan lanjutan. Apalagi jika aksi jual semakin membesar dengan belum adanya sentimen yang signifikan membuat IHSG dapat berbalik menguat. Jika pelemahan berlanjut bukan tidak mungkin laju IHSG akan mendekati utang gap 5.342-5.372.  Meski kami berharap pelemahan dapat terbatas namun, tetap waspdai pelemahan lanjutan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbnagkan, antara lain:  Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran support-resisten Rp 14.300-14.625. Spinning dekati UBB. William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 14.400.  Saham PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran support-resisten Rp 3.035-3.145. Three black crows bertahan di middle bollinger band (MBB). William’s %R bergerak turun diiringi peningkatan mass index. Buy on weakness  jika bergerak di bawah Rp 3.065.  Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran support-resisten Rp 4.900-5.125. Spinning mendekati UBB. Volatility bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 5.025.

Kemudian saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran support-resisten Rp 500-550. Long legged doji bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diimbangi peningkatan RSI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 530.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 36.000-36.450. Shooting star bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama bertahan di atas Rp 36.050.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran support-resisten Rp 1.970-2.015. Spinning bertahan di bawah UBB. Volume beli mulai meningkat diimbangi RoC. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.985.

Pada perdagangan Rabu (4/3), IHSG  ditutup turun 26,560 poin (0,49%) ke angka 5.448,059.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level intraday tertinggi di 5.484,856 atau menguat 10,237 poin dan mencapai level terlemahnya 5.435,435 atau turun 39,184.

Laju IHSG akhirnya tidak mampu menahan aksi jual para pelaku pasar. Apalagi banyak saham yang terus terkena aksi profit taking sehingga mempengaruhi laju indeks secara keseluruhan. Hampir mayoritas indeks saham mengalami pelemahan. Positifnya indeks sektor keuangan dan perkebunan belum mampu menahan maraknya aksi jual. Apalagi dukungan beli pada kedua sektor tersebut hanya berasal dari saham-saham 2nd liner sehingga kurang mampu mendorong sentimen positif.

Sebelumnya juga telah kami sampaikan akan adanya potensi pelemahan ini dalam ulasan di mana kami sebutkan laju IHSG yang diharapkan naik tampaknya tidak mampu memenuhi harapan tersebut sehingga berada di zona merah. Aksi jual dan berkurangnya aksi beli investor asing diperkirakan masih akan berlanjut.  Dengan asumsi indikator teknikal memperlihatkan adanya potensi penurunan maka laju IHSG pun dapat berpeluang melanjutkan pelemahan. Terkecuali masih ada sentiment dari global yang mampu mengimbangi potensi pelemahan tersebut. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi-potensi pelemahan lanjutan meski belum mendekati utang gap 5.342-5.372 masih dilupakan