Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Rabu (25/3) diperkirakan berada pada rentang support 5.425-5.440 dan resisten 5.458-5.471.  Secara teknis, pola inverted hammer di area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih cenderung turun dengan histogram negatif yang lebih pendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R masih terhambat kenaikannya.

Indeks  sempat berada area target resisten (5.448-5.472) meski berakhir di bawah level tersebut dan mampu bertahan di atas area target support (5.425-5.430). Potensi penguatan IHSG masih terhambat dengan masih adanya aksi jual dari pelaku pasar. Pergerakan variatif di mana aksi jual dan beli masih akan beradu pada perdagangan Rabu (25/3). Jika kondisi global cukup positif, masih dimungkinkan bagi IHSG untuk dapat bergerak naik namun, tetap perlu  antisipasi bila terjadi pembalikan arah.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran support-resisten Rp 21.000-21.650. White marubozu lewati tipis Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama bertahan di atas Rp 21.525. Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 38.600-39.250. Shootinf star bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli meningkat diiringi kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 38.850. Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.220-1.285. Bullish engulfing dekati upper Bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik diimbangi kenaikan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.260.

Kemudian saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran support-resisten Rp 6.900-7.225. Bullish engulfing cross dekati Upper Bollinger Band (UBB). MFI bergerak naiki diiringi peningkatan volume beli. Trading buy selama bertahan di atas Rp 7.025.   Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran support-resisten Rp 13.200-13.575. Three black crows berada di lower Bollinger band (LBB). Trading sell jika Rp 13.400 gagal bertahan. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 21.300-21.750. Hammer bertahan di atas Lower Bollinger Band (LBB). Relative Strength Index (RSI) mulai naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 21.600.

Pada perdagangan Selasa (24/3), IHSG  ditutup menguat 10,550 poin (0,19%) ke posisi 5.447,648.  Sepanjang perdagangan Selasa, indeks mencapai level tertingginya 5.457,946 atau menguat 20,848 poin. Di sisi lain, indeks mencapai level terlemahnya 5.434 atau turun 2,634 poin.  Laju IHSG mampu berakhir di zona hijau meski tipis. Masih maraknya aksi profit taking, terutama dari pelaku pasar asing menghambat penguatan pada IHSG.  Di sisi lain, masih adanya aksi beli pada saham-saham perdagangan masih dapat menopang laju IHSG untuk dapat bertahan hingga akhir sesi.

Terutama ditopang oleh pemain baru MIKA yang diikuti saham-saham perdagangan second liner lainnya serta diringi penguatan pada saham-saham keuangan dan industri dasar. Namun demikian, laju IHSG kali ini paling tidak, dapat melampaui kekhawatiran kami akan adanya pelemahan lanjutan.  Meski utang gap 5.435-5.444 telah tertutupi namun, tampaknya belum membuat laju IHSG mampu berbalik menguat seiring masih adanya aksi profit taking. Apalagi laju nilai tukar rupiah belum mampu benar-benar menguat membuat pelaku pasar masih cenderung jualan dan trading jangka pendek.

IHSG pun berpotensi kembali mengalami variatif dengan kecenderungan melemah jika aksi jual belum juga mereda. Untuk itu, tetap antisipasi bila terjadi pelemahan lanjutan. Kembali naiknya laju rupiah dan masih adanya penguatan pada laju bursa saham Asia yang diikuti pembukaan laju bursa saham Eropa juga turut membantu bertahannya IHSG di zona hijau. Investor asing kembali melakukan nett sell (dari net sell Rp 393,73 miliar menjadi net sell Rp 953,36 miliar).