Equityworld Futures : Menguatnya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah koreksi cukup dalam pada awal pekan ini masih dapat berlanjut.    Rebound IHSG bisa terus terjadi hingga kembali ke resistance all time high di 5.330.  Terutama didorong oleh saham big cap dan sektor konstruksi BUMN.

Terdapat empat saham yang potensial untuk perdagangan hari ini. Keempat saham itu yakni saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Wijaya Karya Beton (WTON) dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP).

Saham TLKM untuk perdagangan hari ini. Koreksi sehat dalam medium dan long term uptrend pada saham big cap telco BUMN ini akibat penurunan setoran dividen BUMN kepada pemerintah yang masih dalam batas wajar.  Direkomendasikan akumulasi untuk potensi breakout ke Rp 2.925. Entry (1) Rp2.815, entry (2) Rp 2.785, serta cut loss point Rp 2.765.  Melihat valuasinya saat ini, saham TLKM diperdagangkan pada price earning (PE) 2015 sebesar 18,6 kali, price to book value (PBV) 3,5 kali serta return on equity (ROE) 18,8 persen.

Jika dilihat harganya saat ini, saham BMRI ditransaksikan pada price earning (PE) 2015 mencapai 13,5 kali, price to book value (PBV) 2,5 kali serta return on equity (ROE) 19,5 persen.  Koreksi jangka pendek pada medium term trend saham big cap perbankan ini dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi untuk mengikuti laju kenaikan medium term uptrend. Beli dengan trading target Rp 11.450. Entry (1) Rp 11.050, entry (2) Rp 10.875, serta cut loss point Rp 10.775.

Saham pilihan berikutnya yakni WTON, HD Capital melihat grafik mingguan ada saham konstruksi beton BUMN ini siap melaju kembali dalam strong medium term uptrend setelah koreksi dan konsolidasi minor selesai.  Diprediksikan saham ini menuju resistance di Rp 1.385.  Rekomendasi kami buy dengan entry (1)  Rp 1.330, entry (2) Rp 1.315, dan cut loss point Rp 1.295.  Berdasarkan harganya saat ini, saham WTON diperdagangkan pada price earning (PE) 2015 sebesar 39,2 kali, price to book value (PBV) 5,49 kali serta return on equity (ROE) 14,1 persen.

Secara teknikal saham emiten konstruksi BUMN, PTPP ini masih mempunyai potensi untuk melanjutkan kisah perjalanan medium term uptrend hingga Rp 3.850.  Saat ini, saham PTPP ditransaksikan pada price earning (PE) 2015 sebesar 46 kali, price to book value (PBV) 8,3 kali serta return on equity (ROE) 18 persen.  Entry (1) Rp 3.725, entry (2) Rp 3.670, serta cut loss point Rp 3.590.