Laju IHSG Senin (10/11) diprediksi berada pada rentang support 5.019-5.025 dan resisten 5.050-5.082.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola black marubozu lewati middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram positif yang menurun. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung turun.

IHSG gagal mendekati target resisten (5.076-5.093) dan berada di bawah target support (5.048-5.054). Maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG kian tertekan dan berpotensi melanjutkan pelemahannya. Apalagi jika laju bursa saham global tidak mampu memberikan imbas pergerakan positif  hingga akhir pekan nanti  akhir pekan.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran Rp 3.185-3.300. Shooting star di atas Middle Bollinger Band (MBB).Target resisten Rp 3.275 sempat dilampaui diikuti kenaikan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.185.  Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.500-5.800. Hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R berbalik naik diiringi peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 5.700.

Equityworld Futures : Berikutnya saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran Rp 435-480. Double black crows lewati Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 450 terlewati diikuti penurunan MFI. Trading sell jika Rp 440 gagal bertahan.  Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp 1.070-1.125. Bullish harami bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI), Trading buy selama berada di atas Rp 1.090.

Kemudian saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.540-1.645. Hanging man di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik. Target resiten Rp 1.600 sempat tersentuh diiringi kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.600.  Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) dalam kisaran Rp 106-115. Spinning di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 108.

Untuk diketahui, pada perdagangan Jumat (7/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 46,807 poin (0,930%) ke posisi 4.987,424. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.040,971 dan terendah 4.979,196.

Laju IHSG mengakhiri pekan kemarin dengan mendarat di zona merah. Masih berlanjutnya aksi profit taking membuat IHSG sulit keluar dari pelemahannya. Kondisi yang sama seperti sehari sebelumnya di mana positifnya laju bursa saham AS dan Eropa tampaknya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang kembali melanjutkan penurunan.

Tampaknya masih adanya imbas pemangkasan ekonomi internal yang menyulitkan posisinya untuk memenuhi target pertumbuhan dalam APBN dan berbaliknya asing mencatatkan nett sell, dari nett buy Rp 351,25 miliar menjadi nett sell Rp 183,75 miliar, kurang mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.  Padahal laju Rupiah sedang mengalami kenaikan namun, tertutupi oleh sentimen negatif tersebut. Ditambah lagi, laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah membuat IHSG makin menderita.