Equityworld Futures : Laju IHSG Senin (5/1) diprediksi berada pada rentang support 5.215-5.235 dan resisten 5.250-5.258.  Pola spinning mendekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih melanjutkan kenaikan setelah terbentuk golden cross meski terbatas dengan histogram positif yang memanjang. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali melanjutkan kenaikan.

Pergerakan IHSG sempat masuk pada area target resisten (5.237-5.250) dan juga mampu bertahan di atas target support (5.170-5.193). Laju IHSG yang terlihat masih mampu melanjutkan kenaikan mulai terbatas kenaikannya.  Selain masih sepinya aktivitas transaksi, mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.  Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235, kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran Rp 290-315. Ladder bottom di area middle Bollinger band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading  buy selama berada di atas Rp 305.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.660-1.715. Three white soldier dekati UBB. Target resisten Rp 1.710 hampir tersentuh. Volume beli mendukung dekati target resisten tersebut. Trading buy selama berada di atas Rp 1.685.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 32.250-32.675. Separating lines dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Kenaikan mulai terbatas setelah target resisten Rp 32.500 terlampaui. Trading sell jika Rp 32.475 gagal bertahan.

Kemudian saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran Rp 1.785-1.900. White marubozu lewati Middle Bollinger Band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.855.   Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dalam kisaran Rp 6.835-7.550. White marubozu lewati UBB. Relative Strength Index (RSI) & parabolic SAR mengalami lonjakan. Waspadai utang gap Rp 6.775-6.850. Trading sell jika Rp 7.400 gagal bertahan. Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 1.010-1.055. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.020.

Pada debut perdagangan 2015, Jumat (2/1), IHSG  ditutup menguat 15,822 poin (0,30%) ke posisi 5.242,769.  Sepanjang perdagangan awal 2015 ini, IHSG sempat mencapai level tertingginya 5.247,938 atau menguat 20,991 poin dan mencapai level terlemahnya 5.230,750 atau menguat 3,803 poin.

Di tengah sempitnya hari perdagangan dan kemungkinan masih adanya hawa libur tahun baru, tak menyurutkan IHSG untuk melaju di zona hijau. Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli meskipun volume transaksi agak sedikit surut. Penguatan pada saham-saham consumer, perkebunan, dan properti masih dapat menyokong penguatan IHSG. Di sisi lain, kembali tercatatnya nett sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik di mana neraca perdagangan kembali defisit dan melonjaknya inflasi di atas perkiraan tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.

Lagipula, rasanya tidak pas jika setelah dibuka oleh Presiden RI, Jokowi, yang mau menyempatkan datang untuk membuka perdagangan awal tahun di tengah kesibukannya mengawasi jalannya proses evakuasi korban AirAsia lalu disuguhkan dengan pemandangan melemahnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, investor juga telah diberikan kado akhir tahun di mana subsidi untuk bahan bakar Ron 88 (premium) telah dihapus sebagian untuk memberikan ruang fiskal yang lebih baik sehingga paling tidak kado tersebut dapat mengimbangi sentiment negative dari rilis data-data makroekonomi RI. Adapun transaksi asing tercatat nett sell tipis (dari net buy Rp 2,5 triliun menjadi net sell Rp 4,17 miliar).

Sementara itu, laju nilai tukar rupiah bergerak di zona merah di tengah sempitnya hari perdagangan dan berbarengan dengan rilis berita penyempurnaan PBI Nomor 16/21/PBI/2014 tanggal 29 Desember 2014 tentang Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank dan Surat Edaran Ekstern Nomor 16/24/DKEM tanggal 30 Desember 2014 perihal Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Utang Luar Negeri Korporasi Nonbank.