Equityworld Futures : Laju IHSG pada perdagangan Selasa (24/2) diprediksi berada pada rentang support 5.365-5.392 dan resisten 5.415-5.423. Secara teknis, spinning top dekati area upper bollinger band (UBB).  MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat naik terbatas. Laju IHSG sempat berada di dalam area target resisten (5.415-5.432) dan sempat menyentuh area target support (5.368-5.387).

Munculnya aksi beli membuat pelemahan IHSG hanya sementara dan masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372. Di sisi lain, aksi-aksi profit taking pun juga terlihat masih ada.  Diperkirakan laju IHSG tidak akan jauh beda dengan laju di awal pekan ini yang bergerak konsolidasi terkecuali bursa saham global mampu sekali lagi berikan imbas positif pada IHSG untuk bertahan di zona hijaunya. Namun demikian, tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 11.350-11.875. Bearish harami sentuh UBB. Volume jual mulai naik diikuti penurunan momentum. Trading sell jika Rp 11.500 gagal bertahan.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 35.350-36.350. Morning star bertahan di middle Bollinger band (MBB). Stochastic berbalik naik diikuti peningkatan RSI. Akumulasi beli selama bertahan di atas Rp 35.975.  Saham PT Astra International (ASII) dalam kisaran support-resisten Rp 7.750-8.050. White marubozu bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diringi peningkatan &relative performance. Trading buy selama bertahan di atas Rp 7.850.

Berikutnya saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran support-resisten Rp 5.350-5.525. Spinning di bawah UBB. Mass index turun namun, diimbangi peningkatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 5.400.   Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.700-4.075. Shooting star dekati UBB. Momentum bergerak naik namun, william’s %R bergerak turun. Trading sell jika Rp 3.800 gagal bertahan.  Saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran support-resisten Rp 3.980-4.145. Shooting star dekati UBB. Stochastic berbalik naik diiringi peningkatan RSI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 4.045.

Pada perdagangan Senin (23/2), IHSG  ditutup menguat 3,173 poin (0,06%)  ke posisi 5.403,277.  Sepanjang perdagangan Senin, indeks mencapai level tertingginya 5.418,585 atau menguat 18,481 poin dan mencapai level terlemahnya 5.387,379 atau turun 12,725 poin.  Di akhir perdagangan, IHSG mampu kembali bertengger di zona hijaunya. Padahal sebelumnya, kami khawatirkan akan adanya potensi pembalikan arah melemah.

IHSG pun berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya (High 5427,31). Utang gap 5.342-5.372 masih ada dan sesekali diiringi aksi profit taking. Sekali lagi, meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan namun, waspadai historikal pembalikan arah pasca-IHSG sentuh level tertinggi terbarunya.  Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp886,02 miliar menjadi net buy Rp708,17 miliar).   Laju rupiah kembali memperlihatkan adanya pembalikan arah menguat sesuai dengan harapan kami sebelumnya. Pada ulasan sebelumnya kami sampaikan, terimalah era penurunan rupiah tersebut dan nikmati kenaikan dolar AS. Bahkan pergerakan dolar AS yang biasanya melemah pasca rilis hasil pertemuan FOMC The Fed juga tidak terlihat.

Di sisi lain, diharapkan muncul imbas positif dari kenaikan laju Euro di akhir pekan kemarin setelah merespon tercapainya kesepakatan utang Yunani-Uni Eropa. Memang sebelumnya kami katakan untuk menerima pelemahan ini karena belum ada sentimen yang signifikan untuk mengangkat rupiah namun, dengan tercapainya kesepakatan Yunani-Uni Eropa mampu membuat laju Euro membaik dan tentu saja berimbas pada rupiah.