Equityworld Futures : Pergerakan  IHSG pada Jumat (23/1) diperkirakan berada pada rentang support 5.200-5.236 dan resisten 5.262-5.275.  Pola Three white soldier dekati area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba bertahan naik membentuk golden cross dengan munculnya histogram positif. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R bertahan dengan kenaikannya.

Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.225-5.238) dan juga mampu bertahan di atas area target support (5.160-5.188). Masih adanya sentimen positif tentunya akan dapat membawa IHSG bertahan di zona hijaunya.  Seperti biasanya dapat mengalami perlambatan seiring dengan adanya pelaku pasar yang mencoba profit taking. “Untuk itu, meski kami masih mengharapkan IHSG dapat kembali bertahan di teritori positif namun, tetap cermati potensi perubahan yang ada.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.655-3.125. Spinning di area UBB. Target resisten Rp 3.125 mampu terlampaui seiring kenaikan William’s %R dan volume beli. Trading buy selama berada di atas Rp 3.280.   Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran support-resisten Rp 7.600-7.800. Shooting star lewati UBB. Mass index tertahan kenaikannya seiring penurunan volume beli dan volatility. Trading sell jika Rp 7.700 gagal bertahan.   Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 22.100-23.000. Morning star tinggalkan area Lower Bollinger Band (LBB). Target resisten Rp 22.550 mampu terlampaui yang yang didukung peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 22.725.

Kemudian saham PT Hanson International (MYRX) dalam kisaran support-resisten Rp 675-715. White marubozu sentuh UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) lanjut naik setelah golden cross yang diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 700.   Saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran support-resisten Rp 480-525. Morning star dekati middle bollinger band. Volatility naik seiring tercapainya target resisten 495 & tutupnya utang gap 498-510. Trading buy selama berada di atas Rp 500.   Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran support-resisten Rp 1.305-1.400. Bullish engulfing bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). MFI berbalik naik diikuti masih naiknya parabollic SAR. Akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 1.320.

Pada perdagangan Kamis (22/1), IHSG  ditutup menguat 37,917 poin (0,73%) ke posisi 5.253,183.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.267,572 atau menguat 52,306 poin dan mencapai level terlemahnya 5.215,026 atau sempat turun 0,240 poin.  Dalam ulasan sebelumnya kami sampaikan, tampaknya peluang kenaikan masih dapat dimungkinkan jika melihat tren pergerakan teknikalnya. Diharapkan peluang kenaikan tersebut masih dapat terwujud dengan asumsi juga didukung dengan kondisi pasar saham global dan berlanjutnya penguatan rupiah.

Laju IHSG mampu bergerak sesuai harapan untuk dapat melanjutkan pergerakan positifnya. Kombinasi yang pas antara masih berlanjutnya kenaikan pada laju bursa saham Asia dan terapresiasinya laju rupiah memberikan sentimen positif pada IHSG.  Pelaku pasar pun cenderung kembali melakukan aksi belinya. Belum lagi berita positif terkait dengan moderatnya target pertumbuhan ekonomi Indonesia dan rencana suntikan modal pemerintah pada beberapa BUMN turut menambah sentimen positif. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net buy Rp 218,09 miliar menjadi net sell Rp 249,24 miliar)

Kombinasi sentimen positif tidak hanya berada di pasar saham, di pasar uang pun turut terjadi sehingga membuat laju nilai tukar rupiah mampu melanjutkan pergerakan positifnya. Sentimen dari kenaikan kucuran stimulus ECB sebesar €60 miliar (US$69 miliar) dari rencana awal sebesar €50 miliar; pernyataan positif PM China, Li Keqiang, terhadap pertumbuhan ekonomi China; dan target moderat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 sebesar 5,6%-5,8%% lebih tinggi dari tahun sebelumnya memberikan angin positif pada rupiah.