Equityworld Futures : Pada perdagangan akhi pekan ini, Jumat (27/2)  Laju IHSG berada pada kisaran support 5.353 dan resistance 5.488.  Capital inflow masih berlanjut, keyakinan investor untuk masa depan perekonomian domestik masih cukup tinggi.  Sementara target resistance IHSG berada pada level 5.488 dan berpotensi ditembus dalam waktu dekat.   

Jika terjadi koreksi, dapat dikatakan masih berada dalam tahap wajar.  Koreksi tersebut justru dapat dimanfaatkan sebagai momen dalam melakukan kegiatan akumulasi pembelian saham.   Target resistance IHSG berada pada level 5.488 dan berpotensi akan ditembus dalam waktu dekat.  Di sisi lain, support berada pada level 5.353 yang terjaga cukup kuat dan belum terlihat indikasi akan diuji.

Dalam menyambut rilis data ekonomi pekan depan yang juga merupakan awal bulan ketiga 2015, momentum pekan ini untuk melakukan akumulasi pembelian adalah tepat.  Sebab rilis data ekonomi diperkirakan masih akan cukup stabil dan terkendali. Melihat dari kesigapan pemerintah dalam mengantisipasi gejolak market dan menjaga kestabilan ekonomi, IHSG Jumat ini berpotensi melanjutkan pergerakan naiknya. Secara umum, IHSG maasih berada dalam jalur uptrend.

Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:   PT Astra Graphia (ASGR),  PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Jasa Marga (JSMR),  PT Indofood Sukses Makmur (INDF),  PT Pakuwon Jati (PWON), PT Kimia Farma (KAEF),  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM),  PT Waskita Karya (WSKT), dan  PT London Sumatera Plantation (LSIP).

Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (26/2) IHSG  ditutup menguat 6,314 poin (0,12%) ke posisi 5.451,422.  Sepanjang perdagangan Kamis, indeks mencapai level tertingginya sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 5.459,068 atau menguat 13,960 poin dan mencapai level terendahnya 5.429,485 atau turun 15,623 poin.