Equityworld Futures : Laju IHSG pada Kamis (5/2), diprediksi berada pada rentang support 5.288-5.300 dan resisten 5.330-5.350.  Secara teknis, pola doji star bertahan dekati area upper bollinger band (UBB ). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang mendatar.

Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali bergerak konsolidasi. Laju IHSG sempat berhasil melampaui area target resisten (5.312-5.320) meski kembali turun ke area tersebut dan mampu bertahan di atas target support (5.279-5.289). Aksi profit taking kembali terjadi. Tidak hanya karena berita harga right issue emiten penerima PNM pemerintah yang di bawah harga pasar namun, tampaknya juga antisipasi akan dirilisnya data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Selain itu, dengan ekspektasi rilis GDP akan melemah, potensi bagi IHSG akan kembali mengalami pelemahan. Meski demikian, diharapkan  pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran support-resisten Rp 14.625-14.875. Three inside up lewati middle Bollinger band (MBB). Break target Resisten Rp 14.850. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba naik setelah golden cross dan didukung kenaikan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama bertahan di atas Rp 14.725.   Saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran support-resisten Rp 5.200-5.425. White marubozu lewati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Cermati utang gap Rp 5.225-5.250. Trading buy selama bertahan di atas Rp 5.300.

Berikutnya saham PT Bank Pembangunan Jawa Timur (BJTM) dalam kisaran support-resisten Rp 530-585. Three white soldier dekati UBB. Mass indeks bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 540.  Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.830-1.950. Inverted hammer bertahan di Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.855.  Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran support-resisten Rp 1.655-1.705. Inverted hammer dekati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diiringi peningkatan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.665.

Untuk diketahui, pada perdagangan Rabu (4/2), IHSG  ditutup menguat 23,566 poin (0,45%) ke posisi 5.315,284.  Sepanjang perdagangan Rabu, indeks mencapai level tertingginya yang merupakan level rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di angka 5.348,841 atau menguat 57,123 poin dan mencapai level terendahnya 5.298,120 atau menguat 6,402 poin.

Adanya pemberitaan terkait pemberian suntikan modal pada emiten-emiten konstruksi memberikan sentimen negatif. Terutama, jika pemberian tersebut dilakukan melalui mekanisme rights issue di mana harga dari right issue tersebut berada jauh di bawah harga pasar.  Kondisi inilah yang dialami oleh ADHI di mana setelah dirilis berita akan right issue di harga Rp 2.525 langsung membuat saham ini ambruk dan lebih parah lagi diikuti oleh saham-saham konstruksi lainnya, terutama saham konstruksi BUMN.

Meski saat pemberitaan keluar, belum banyak pelaku pasar yang menghitung harga wajar pasar setelah rights issue tersebut. Akan tetapi, secara psikologis tetap saja membuat pelaku pasar banyak melakukan aksi jual sehingga membuat indeks properti melorot.  Turunnya indeks properti yang dibarengi dengan indeks perkebunan dan konsumer tidak serta merta membuat IHSG turun. Laju IHSG memang sempat melemah namun, masih mampu ditutup di zona hijau dan masih bertengger di atas level 5.300-an.

Masih adanya aksi jual asing yang lebih besar dari sebelumnya dan diikuti dengan masih menguatnya laju rupiah mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 335,27 miliar menjadi net buy Rp 873,44 miliar).   Kurs Rupiah masih mampu berada di zona hijau seiring dengan harapan kami sebelumnya.