Equityworld Futures : Pergerakan IHSG Pada perdagangan Rabu (4/2) diperkirakan berada pada rentang support 5.279-5.889 dan resisten 5.312-5.320.  Secara teknis pola shooting star bertahan di atas area middle bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih mencoba bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik.

Laju IHSG berhasil melampaui area target resisten (5.288-5.295) dan mampu bertahan di atas target support (5.250-5.265). Meski masih ada peluang bagi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya namun, juga diiringi dengan mulai adanya aksi jual untuk profit taking.  Penguatan tipis pun dimungkinkan dapat kembali terjadi seiring tarik menarik antara volume beli dan jual.

Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran support-resisten Rp 14.475-14.825. White marubozu dekati Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diiringi peningkatan volume beli. Trading buy selama bertahan di atas Rp 14.625.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 36.075-36.650. Three white soldier bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). Target support Rp 35.700 dapat bertahan diikuti masih naiknya parabolic SAR. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 36.300. Saham PT Bank Jabar Banten (BJBR) dalam kisaran support-resisten Rp 815-865. Bullish engulfing di bawah UBB. Momentum bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 825.

Kemudian saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran support-resisten Rp 610-645. Inverted hammer di atas lower Bollinger band (LBB). Stochastic bergerak naik didukung penguatan MFI. Trading buy selama bertahan di atas Rp 615.  Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran support-resisten Rp 4.560-4.685. Three black crows dekati LBB. Volume beli meningkat diiringi penurunan momentum. Trading sell jika gagal bertahan di Rp 4.575.  Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp  3.675-3.870. Bullish harami dekati UBB. William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.760.

Sebelumnya disampaikan, laju IHSG kembali gagal mendekati area target resisten (5293-5305) dan juga gagal bertahan di area target support (5.263-5.275). Pelemahan yang terjadi dapat menutup utang gap 5.266-5.281 namun, juga dibarengi dengan aksi beli tipis sehingga menahan pelemahan lebih dalam.  Belum datangnya awan positif berpeluang membuat IHSG masih akan mengalami pelemahan lanjutan meski kami berharap kondisi bursa saham global dapat positif sehingga dapat mengimbangi belum datangnya awan positif tersebut.

Setelah menghijaunya laju bursa saham AS dan Eropa memberikan imbas positif pada bursa saham Asia termasuk IHSG sehingga pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 6,30 miliar menjadi net buy Rp 335,27 miliar).

Sentimen  positif yang ada di Asia turut mempengaruhi laju rupiah yang mampu mengalami kenaikan meski tipis. Penguatan rupiah ini sejalan dengan berhasilnya pemerintah mengadakan lelang SUN sebanyak 4 seri dengan nilai total penawaran yang masuk Rp 40,23 triliun dan berhasil diserap Rp 16 triliun.  Penguatan rupiah juga ditopang menguatnya euro seiring meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap Grexit pasca PM terpilih mengadakan kunjungan ke Negara-negara kreditor di Eropa dan rilis penguatan indeks manufaktur di beberapa kawasan di Zona Eropa.