Equityworld Futures : Pada perdagangan Jumat (20/2), laju IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.300-5.368 dan resisten 5.405-5.422. Secara teknis, pola shooting star bergerak meninggalkan area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross dengan histogram positif yang lebih pendek.

Sementara The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R bergerak variatif mencoba bertahan naik. Laju IHSG sempat melampaui area target resisten (5.345-5.358) dan sempat bertahan di atas area target support (5.310-5.325).  Adanya sentimen positif melejitkan IHSG hingga berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya (High 5.415,38). Tetapi, juga meninggalkan utang gap 5.342-5.372 dan volume beli mulai tertahan. Meski kami masih mengharapkan adanya kenaikan,  namun perlu diwaspadai historikal pembalikan arah pasca-IHSG sentuh level tertinggi terbarunya.

Adapun untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, pada perdagangan hari ini, antara lain: Saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran support-resisten Rp 495-535. White marubozu dekati upper bollinger band (UBB). Volume beli meningkat diikuti berbalik naiknya stochastic namun, terdapat utang gap Rp 495-496. Trading buy selama bertahan di atas Rp 510.  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran support-resisten Rp 12.200-12.675. Shooting star lewati UBB. MFI bergerak naik namun, william’s %R mendatar. Terdapat utang gap Rp 12.025-12.225. Trading sell jika Rp 12.400 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.110-1.210. White marubozu dekati UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi peningkatan stochastic. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.160.

Berikutnya saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran support-resisten Rp 14.650-14.875. Shooting star bertahan di atas Middle Bollinger Bands (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan volatility. Trading buy selama bertahan di atas Rp 15.350.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran support-resisten Rp 35.250-36.075. Black marubozu gagal melewati Middle Bollinger Bands (MBB). Stochastic bergerak turun diikuti penurunan The Relative Strength Index (RSI). Target resistance Rp 36.250 gagal tercapai. Trading sell jika Rp 35.400 gagal bertahan.  Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran support-resisten Rp 11.850-12.350. Shooting star di bawah Upper Bollinger Band (UBB). MFI masih bergerak naik namun, mass index masih menurun. Utang gap Rp 11.850-11.875. Buy on weakness jika bergerak di bawah Rp 11.875.

Pada perdagangan Rabu (18/2), IHSG  ditutup menguat 52,948 poin (0,99%) ke posisi 5.390,449.  Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.415,383 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) atau menguat 77,882 poin dan mencapai level terendahnya 5.372,754 atau menguat 35,253 poin.   Jelang libur Imlek 2566, tampaknya banyak pelaku pasar yang mendapatkan angpao seiring dengan kenaikan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Cuan maupun profit banyak diperoleh pelaku pasar dengan kenaikan IHSG.

Terlebih  sentimen dari penurunan BI rate langsung mendapat respon positif yang disertai dengan masih berlanjutnya pergerakan positif dari laju bursa saham Asia. Meski laju rupiah cenderung masih menurun, tampaknya tidak terlalu direspons negatif pelaku pasar.  Penurunan BI rate tersebut memberikan kesan kepada pelaku pasar bahwa laju inflasi dapat cenderung stabil, terutama dengan memanfaatkan masih cenderung melemahnya harga minyak mentah dunia sehingga beberapa komponen inflasi dapat ditekan.