Equityworld Futures : Laju IHSG pada Selasa (18/11) diprediksi berada pada kisaran support 5.035-5.042 dan resisten 5.062-5.075.  Indeks berpeluang membentuk pola inverted hammer bertahan di area middle bollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar.  Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan Williams %R masih terbatas kenaikannya. Laju IHSG sempat melampaui di target resisten (5.055-5.072) meski berakhir di bawah target tersebut dan sempat berada di kisaran target support (5.028-5.038).

IHSG terlihat masih menunggu momen yang tepat  untuk bergerak rebound dan bertahan di zona positifnya. Apalagi sentimen dari global kurang mampu memberikan hawa positif pada IHSG. Laju IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak akan jauh berbeda di mana masih menyimpan potensi pelemahan. Tetap waspadai pembalikan arah.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 17.700-18.550. Morning star di atas lower Bollinger Band (LBB). Stochastic mencoba berbalik arah seiring tersentuhnya target resisten Rp 18.300. Maintained buy selama berada di atas Rp 18.300.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.950-9.275. Tweezers bottom di bawah UBB. Volume beli masih naik diiringi peningkatan RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 9.075.

Berikutnya saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dalam kisaran Rp 2.850-3.010. Shooting star di area UBB. Parabollic SAR masih naik namun, target resisten Rp 2.970 belum tercapai. Trading sell jika Rp 2.895 gagal bertahan.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 11.900-12.425. Bullish harami di atas LBB. Relative Strength Index (RSI) mencoba berbalik arah diikuti peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.250.

Kemudian saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) dalam kisaran Rp 1.215-1.325. Separating lines dekati UBB. Target resisten Rp 1.265 terlewati diiringi kenaikan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 1.275.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.350-31.425. Bullish engulfing di atas Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti terlewatinya target resisten Rp 31.000. Trading buy selama berada di atas Rp 31.000.

Pada perdagangan Senin (17/11) IHSG  ditutup menguat tipis 4,455 poin (0,088%) ke angka 5.053,943.  Laju rupiah mampu bergerak di teritori positif di awal pekan. Pergerakan sejumlah mata uang Asia Pasifik bergerak menguat dan berimbas positif pada laju IHSG. Nilai tukar Yuan menguat menyusul resminya bursa saham Hong Kong dan Shanghai terkoneksi dalam lalu lintas perdagangan yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan Yuan.

Di sisi lain, rendahnya pertumbuhan GDP Jepang telah membuat laju Yen meningkat dan berimbas pada laju mata uang Asia lainnya. Laju rupiah di atas level resisten Rp 12.194. Laju penguatan rupiah terbantukan dengan terapresiasinya nilai tukar regional terhadap dolar AS. Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan pada rupiah.  Adanya penyatuan jaringan transaksi antara bursa saham Shanghai dan HSI tidak membuat kedua bursa saham tersebut bergerak positif. Maraknya pemberitaan terkait masuknya ekonomi Jepang dalam resesi dengan minusnya pertumbuhan ekonominya menambah sentiment negatif.

Sentimen negatif dari Jepang turut dirasakan sejumlah bursa saham Eropa yang mengalami pelemahan. Rendahnya pertumbuhan neraca perdagangan Italia turut direspon negative dan menutupi kenaikan neraca perdagangan Zona Euro.  Laju bursa saham AS diperkirakan juga dapat mengalami hal yang sama dimana turut mengalami pelemahan seiring dengan berita negatif dari Jepang. Pelaku pasa menantikan data industrial production dan manufacturing production