Equityworld Futures : Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (10/2) diperkirakan  berada pada rentang support 5.315-5.324 dan resisten 5.361-5.381.  Secara teknis,   pola doji star kembali dekati area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih naik tipis dengan histogram positif yang mendatar.

Sementara The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai cenderung tertahan kenaikannya. Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.352-5.358) dan mampu bertahan di atas target support (5.290-5.320).  Laju IHSG tidak jauh berbeda dengan laju di akhir pekan di mana laju IHSG kembali berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya dan lonjakan tersebut tidak meninggalkan utang gap. Akan tetapi, yang membedakan penguatan kali ini diikuti dengan turunnya volume beli sehingga menyimpan potensi pembalikan arah jika sentimen yang ada kurang mampu membuat IHSG bertahan di zona hijaunya.

Sedangkan untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Adhi Karya (ADHI) dalam kisaran support-resisten Rp 3.400-3.555. Hammer dekati lower Bollinger band (LBB). Kenaikan parabolic SAR kembali tertahan diikuti melemahnya william’s %R. Trading sell jika Rp 3.485 gagal bertahan.  Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dalam kisaran support-resisten Rp 23.400-24.150. Separating lines lewati middle Bollinger band (MBB). Target resisten Rp 23.650 mampu terlampaui didukung kenaikan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 23.925. Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.795-3.955. Hammer bertahan di atas Middle Bollinger Bands (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan Momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 3.880.

Berikutnya saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.100-1.175. Double hammer bertahan di atas Middle Bollinger Bands (MBB). William’s %R mencoba bergerak naik diiringi berbalik naiknya RoC. Akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 1.110.   Saham PT Bank Jabar-Banten (BJBR) dalam kisaran support-resisten Rp 875-935. Three white soldier terjaga di UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bertahan naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama bertahan di atas Rp 885.  Saham PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran support-resisten Rp 785-840. Tweezer bottom bertahan di atas Middle Bollinger Bands (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Akumulasi beli jika bertahan di atas Rp 815.

Untuk diketahui, pada perdagangan Senin (9/2), IHSG  ditutup menguat 5,955 poin (0,11%) ke posisi 5.348,470.  Sepanjang perdagangan di awal pekan, indeks mencapai level tertingginya sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di angka 5.375,088 atau menguat 32,573 dan mencapai level terlemahnya 5.333,230 atau turun 9,285 poin.

Laju IHSG bervariasi dengan  kecenderungan mencoba bertahan di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini meski juga diiringi oleh aksi jual pelaku pasar. Pergerakan IHSG di awal pekan sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya di mana kami tuliskan, laju IHSG kembali berhasil menyentuh level tertinggi terbarunya dan lonjakan tersebut tidak meninggalkan utang gap sehingga masih ada potensi bagi IHSG untuk kembali menguat.

Meski demikian,  perlu dicermati meski masih memiliki peluang namun, seperti biasanya pasca menyentuh level tertinggi terbarunya IHSG terkadang balik badan. Jika kondisi ini terjadi maka akan menutup peluang tersebut. Tetap cermati potensi pembalikan arah.  Pada kenyataannya, laju IHSG sempat mengalami kenaikan dan kembali menyentuh level tertinggi terbarunya. Akan tetapi, pasca menyentuh level tersebut laju IHSG mulai melemah. Terlihat penguatan yang terjadi mulai berkurang meski di akhir sesi masih dapat ditutup di zona hijau.

Bervariasinya  laju bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa yang dibarengi dengan kembali melemahnya laju rupiah menghambat laju penguatan IHSG. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 1,2 triliun menjadi net buy Rp 364,5 miliar).