Equityworld Futures : Pada perdagangan Selasa (20/1), laju IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.128-5.147 dan resisten 5.168-5.186.   Pola doji star dekati area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali melanjutkan penurunan setelah membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang.

Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali bertahan dari penurunan. Laju IHSG sempat berada di area target resisten (5.155-5.206) meski belum cukup kuat mendekati target resisten berikutnya dan juga sempat masuk di area target support (5.130-5.138).

Melihat dari pembentukan pola, seharusnya mengindikasikan adanya potensi kenaikan kembali namun, belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali. Diharapkan kondisi global tidak terlalu negatif sehingga dapat memberikan sentimen penguatan pada IHSG.

Dari dalam negeri, sentimen dari penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi belum cukup mampu mempertahankan penguatan rupiah. Laju rupiah berada di bawah target level support 12.605. Potensi perubahan masih dimungkinkan, seperti yang sempat kami sampaikan sebelumnya.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.990-2.100. Shooting star dekati upper Bollinger band (UBB). Target resisten Rp 2.005 terlampaui namun, diiringi aksi jual. MFI bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading sell jika Rp 1.995 gagal bertahan.   Saham PT Ace Hardware Indonesia (ACES) dalam kisaran support-resisten Rp  680-745. Morning star di atas LBB. Momentum mencoba menguat diiringi peningkatan mass indeks. Trading buy selama berada di atas Rp 690.   Saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) dalam kisaran support-resisten Rp 2.900-3.005. Inverted hammer di atas LBB. MFI dan william’s %R mencoba berbalik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 2.920.

Berikutnya saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.570-1.725. Long legged doji sentuh UBB. Parabollic SAR mulai bergerak turun diikuti kenaikan volume jual. Trading sell jika Rp 1.595 gagal bertahan.   Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.330-3.420. Morning star di atas LBB. Volume beli naik tipis diikuti peningkatan stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 3.375.   Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 10.275-10.650. Three inside up dekati middle Bollinger band. Parabollic SAR naik diiringi peningkatan william’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 10.350.

Pada perdagangan Senin (19/1),  IHSG  ditutup menguat 3,714 poin (0,07%) ke posisi 5.152,093. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.171,684 atau menguat 23,305 poin dan mencapai level terlemahnya 5.132,706 atau turun 15,673 poin.

Laju IHSG mengawali pekan ini dengan pergerakan variatif. Tidak berbeda jauh dengan ulasan kami sebelumnya di mana adanya sentimen positif dari penurunan harga BBM dan elpiji, bahkan semen tampaknya belum sepenuhnya direspons positif dan sinyal profit taking pun diperkirakan masih berlanjut.  Jika pelemahan masih berlanjut kemungkinan IHSG akan menutup utang gap 5.113-5.125 dulu. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan meskipun kami masih berharap adanya technical rebound.

Pergerakan  IHSG sesekali berada di zona merah meskipun sempat mengalami kenaikan tipis. Di satu sisi, pelaku pasar mencoba mengakumulasi beli saham-saham yang telah melemah sebelumnya dengan memanfaatkan sentimen kenaikan bursa saham Asia yang terimbas positif kenaikan bursa saham AS. Akan tetapi, di sisi lain ada juga pelaku pasar yang cenderung melakukan aksi jual seiring masih variatifnya sentimen yang ada.

Tarik menarik inilah yang membuat laju IHSG naik turun dalam rentang terbatas. Laju rupiah yang kembali melemah dan asing yang masih doyan jualan menambah sentimen negatif meski akhirnya mampu ditutup naik tipis. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell sell Rp 333,54 miliar menjadi net sell Rp 705,79 miliar).

Pascapenguatan di akhir pekan kemarin, laju rupiah kembali melemah seiring pelaku pasar melakukan peralihan ke Yen yang sedang bergerak menguat. Penguatan yen dipicu antisipasi sentimen negatif dari China berupa pengendalian margin trading yang dipersepsikan kemungkinan adanya pembatasan transaksi tersebut.

Belum munculnya sentimen positif signifikan masih akan membuat laju rupiah variatif dengan cenderung melemah. Tetap perlu mewaspadai setiap potensi perubahan. Rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran support-resisten 12.620-12.600 per dolar AS berdasarkan kurs tengah BI.   Sentimen positif dari kenaikan consumer confidence Jepang mampu memberikan sentiment positif bagi Nikkei sehingga dapat mengimbangi penguatan Yen seiring rilis penurunan industrial production dan capacity utilization. Di sisi lain, penguatan laju bursa saham lainnya dipengaruhi positifnya laju bursa saham AS yang berakhir positif di akhir pekan sebelumnya.