Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (25/5), arah IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.280-5.305 dan resisten 5.332-5.350. Secara teknis, Spinning di bawah area upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih lanjutkan kenaikannya dengan histogram positif yang lebih panjang.

Selain itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic masih mencoba bertahan naik. Penurunan William’s %R masih tertahan.  Laju IHSG berada di sekitar area target resisten (5.325-5.350)namun, sempat tertahan di atasarea target support (5.270-5.288).  Adanya potensi penurunan mampu ditahan dengan masih adanya aksi beli yang memanfaatkan berita-berita positif  yang memicu aksi beli meski tipis.  Meski terjadi penguatan namun, posisi high level nya lebih rendah dari sehari sebelumnya yang menandakan masih adanya aksi jual yang menekan harga.

IHSG pun berpeluang melemah jika tidak adanya daya tahan dari aksi pembelian. Dengan kemungkinan melemah makautang gap 5.273-5.278 berpeluang untuk diuji. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada).

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Jasa Marga (JSMR)dalam kisaran support-resisten Rp 6.300-6.675. Spinning dekati Upper Bollinger Band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih naik setelah golden cross. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 6.500.Titik cut loss di Rp 6.475. Saham PT Link Net (LINK) dalam kisaran support-resisten Rp 5.125-5.625.  Three inside up sentuh middle bollinger band (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 5.500. Titik cut loss di Rp 5.475.  Saham PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran support-resisten Rp 1.800-1.865. Doji star di bawah Upper Bollinger Band (UBB). William’s %R bergerak naik namun, mass index turun. Tradingsell jika Rp 1.830 gagal bertahan. Buy on weakness di bawah Rp 1.810.

Berikutnya saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 11.100-11.500.  Shooting star bertahan di area Middle Bollinger Band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 11.200, Titik cut loss di Rp 11.175.  Saham PT Wijaya Karya Beton (WTON) dalam kisaran support-resisten Rp 1.160-1.225. Three white soldier dekati Upper Bollinger Band (UBB). Parabollic SAR naik diikuti peningkatan MFI. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 1.200. Titik cut loss di Rp 1.190. Saham PT Blue Bird (BIRD)dalam kisaran support-resisten Rp 8.250-9.000. Separating line dekati Upper Bollinger Band (UBB). William’s %R dekati Upper Bollinger Band (UBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Tradingsell jika Rp 8.800 gagal bertahan. Trading buy selama bertahan di atas Rp 8.850.

Pada perdagangan Jumat (22/5), IHSG  ditutup menguat tipis 1,945 poin (0,04%) ke angka 5.315,153.  Sepanjang perdagangan Jumat, indeks mencapai level tertingginya 5.329,022 atau menguat 15,814 poin dan mencapai level terendahnya 5.298,857 atau turun 14,351 poin.  Laju IHSG berakhir di zona hijau. Di sesi pertama sempat mengalami pelemahan melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya hingga terpental di bawah level psikologisnya di 5.300.  Pelaku pasar yang sempat melakukan aksi jual mulai mencoba masuk pasar kembali. Hal itu seiring dengan penguatan sejumlah bursa saham regional yang terimbas menguatnya laju bursa saham AS yang masih dapat melajuvariatif cenderung mencoba menguat tipis.

Penguatan saham AS terjadi setelahmerespons masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia, masih melemahnya laju dolar, dan kenaikan klaim pengangguran yang diekspektasikan akan berpengaruh pada keputusan ditundanya kenaikan Fed rate. Tak ketinggalan,masih berlanjutnya penguatan rupiah turut berimbas positif.  Skenario dan harapan kami terhadap IHSG punmasihberjalan seperti perkiraan kami sebelumnya. 

Adanya rilis data klaim pengangguran di AS yang naik dan masih dibarengi dengan melemahnya laju dolarcukup memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar. Selain itu, kabar terbaru dari S&P yang memberikan kenaikan outlook rating menjadi positive turut menambah sentimen positif meski kami masih berharap tidak hanya outlook-nya yang dinaikkan namun, juga peringkatnya.