Equityworld Futures : Proyeksi Asian Development Bank (ADB) tentang GDP 2015 Indonesia bisa di atas 5,5% mendorong pelaku pasar kemarin untuk mengoleksi saham.   Kemarin pelaku pasar mendapat sentiment positif dari penguatan rupiah, minyak dan berita prediksi ADB. Pelaku pasar pun terdorong untuk melakukan akumulasi buy dan menahan aksi jual oleh para pemodal.

Untuk perdagangan hari ini,  Kamis (26/3)  diperkirakan IHSG berada pada support 5.385-5.336-5.294, dan resistance: 5.450-5.475-5.550-5.610. Empat saham bisa menjadi pilihan yakni PT Waskita Beton, PT Astra Internasional (ASII), PT Bank Jabar Banten (BJBR) dan PT London Sumatera (LSIP). Berikut rincian rekomendasinya satu per satu.     Saham WTON menjadi pilihan HD Capital. Melihat harganya saat ini, saham WTON ditransaksikan pada valuasi price earning (PE) 2015 mencapai 33,7 kali, price to book value (PBV) 5 kali serta return on equity (ROE) 14,7 persen.

Direkomendasikan akumulasi secara moderat pada perlambatan koreksi downtrend  dan zona jenuh jual (oversold) selama sebulan pada saham konstruksi beton BUMN ini yang masih relatif long term uptrend pada grafik bulanan. Beli dengan trading target Rp 1.230. Entry (1) Rp 1.225, entry (2) Rp 1.215 serta cut loss point Rp 1.205.

Berdasarkan harga terakhirnya, saham ASII diperdagangkan pada valuasi price earning (PE) 2015 sebesar 17,19 kali, price to book value (PBV) 2,7 kali dan return on equity (ROE) 15,93 persen.  Rekomendasi akumulasi saham ini pada koreksi minor untuk swing back kembali ke high Rp 8.250. Entry (1) Rp 8.150, entry (2) Rp 8.050, dan cut loss point Rp 7.950.

Untuk saham BJBR, berpeluang konsolidasi selama sebulan dalam pembentukan medium term uptrend baru pada saham emiten small cap perbankan BUMN ini diharapkan sudah selesai.  Rekomen akumulasi untuk potensi breakout ke target proyeksi di Rp 1.020. Entry (1) Rp 955, entry (2) Rp 945, dan cut loss point Rp 935.  Saat ini saham BJBR ditransaksikan pada price earning (PE) 2015 sebesar 13,17 kali, price to book value (PBV) 4,3 kali serta return on equity (ROE) sebesar 25 persen.

Selain itu, saham LSIP sangat menarik. Aksi jual selama seminggu lebih dalam downtrend pattern pada saham emiten CPO dengan market cap terbesar kedua di sektornya ini sudah cukup jauh untuk menarik bargain hunters dalam zona oversold (jenuh jual).  Rekomendasi dibeli dengan trading target Rp 1.730. Entry (1) Rp 1.665, entry (2) Rp 1.655, serta cut loss point Rp 1.645.  Dilihat dari harganya saat ini, saham LSIP diperdagangkan pada price earning (PE) 2015 mencapai 13,3 kali, price to book value (PBV) 1,68 kali serta return on equity (ROE) 12,7 persen.