Equityworld Futures : Batas resistance IHSG 5.444 potensial ditembus di tengah penguatan dolar AS terhadap rupiah yang diimbangi banjirnya capital inflow. Pada perdagangan awal pekan ini,   Laju IHSG Senin (23/2) berada pada kisaran support 5.310 dan resisten 5.444. IHSG sedang berusaha menuju level resistance 5.444.  Potensi resisten tesebut ditembus cukup besar di tengah penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Namun, penguatan dolar AS terjadi di tengah terus membanjirnya capital inflow yang merupakan salah satu indikasi bahwa potensi penguatan IHSG masih cukup besar.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:   PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Jasa Marga (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS),  PT AKR Corporindo (AKRA), PT Total Bangun Persada (TOTL), PT Matahari Putra Prima (MPPA), dan  PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Sepanjang perdagangan Jumat (20/2), indeks mencapai level tertingginya sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 5.427,314 atau menguat 36,865 poin dan mencapai level terlemahnya 5.398,348 atau menguat 7,899 poin.