Equityworld Futures : Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (25/2) diperkirakan berada pada rentang support 5.390-5.403 dan resisten 5.427-5.432.   Secara teknis pola white marubozu  dekati area upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik meski tipis dengan histogram positif yang sedikit lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R terlihat naik terbatas. Laju IHSGsempat berada di dalam area target resisten (5.415-5.423) dan mampu bertahan di atas area target support (5.365-5.392). Masih adanya aksi beli membuat laju IHSG masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372.

Meski terbuka  potensi penguatan lanjutan,  namun perlu  juga mewaspadai akan adanya potensi pelemahan dimana secara historis selama berlangsungnya pidato The Fed jarang sekali IHSG berada di zona positif. Tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah.  Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran support-resisten Rp 12.650-13.075. Shooting star sempat lewati upper Bollinger band (UBB). RSI bergerak naik namun, william’s %R bergerak turun. Tradingsell jika Rp 12.725 gagal bertahan.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 11.350-11.875.  Meeting lines mencoba kembali dekati UBB. Target support Rp 11.350 mampu ditahan diikuti peningkatan mass index. Trading buy selama bertahan di atas Rp 1.1625.  Saham PT Surya Semesta Internusa (SSIA) dalam kisaran support-resisten Rp 1.210-1.310. White marubozu di atas MBB. Momentum bergerak naik diiringi peningkatan %relative performance. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 1.270.

Kemudian saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dalam kisaran support-resisten Rp 660-710. Tweezers top dekati MBB.  MFI bergerak naik diimbangi kenaikan mass index. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 680.   Saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) dalam kisaran support-resisten Rp 330-365. Three inside up dekati UBB. Momentum bergerak naik diikuti peningkatan william’s %R. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 350.  Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.745-4.000. Hanging man dekati UBB. RSI bergerak naik diimbangi peningkatan MACD. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 3.880.

Pada perdagangan Selasa (24/2), IHSG  ditutup menguat 14,037 poin (0,26%) ke posisi 5.417,314.   Sepanjang perdagangan Selasa, indeks mencapai level tertingginya 5.422,440 atau menguat  19,163 poin dan mencapai level terlemahnya  5.397,783 atau turun 5,494 poin.  IHSG mampu bertahan di zona hijau meski minim sentimen dan diikuti dengan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah.

Penguatan laju IHSG ini juga berbarengan dengan cukup ramainya penyerapan hasil lelang Sukuk pemerintah dimana dari sisi nominal penawaran yang masuk lebih rendah dari lelang Sukuk pemerintah sebelumnya namun, jumlah nominal yang dimenangkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya sehingga menghasilkan bid-to-cover ratio yang lebih besar.

Sebelumnya, penguatan IHSG mulai terbatas sehingga kami tuliskan: Adanya aksi beli membuat pelemahan IHSG hanya sementara dan masih meninggalkan utang gap 5.342-5.372.  Di sisi lain, aksi-aksi profit takingpun juga terlihat masih ada.   Diperkirakan laju IHSG tidak akan jauh beda dengan laju di awal pekan ini yang bergerak konsolidasi terkecuali bursa saham global mampu sekali lagi berikan imbas positif pada IHSG untuk bertahan di zona hijaunya. Namundemikian, tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah.

Penguatan IHSG pun hampir mendekati rekor tertinggi  di minggu sebelumnya di level 5.427.  Masih bertahannya asing untuk nett buy mampu membawa IHSG ke zona hijau meski tipis.  Adapun investor asing kembali mencatatkan nett buy (dari net buy Rp 708,17 miliar menjadi net buy Rp 421,22miliar).