Equityworld Futures : Harga minyak turun 5 persen lebih rendah pada sesi Senin ke level terendah sejak bulan Januari, mengirim patokan Brent global menjadi di bawah $ 50 per barel dikarenakan aktivitas pabrik Tiongkok yang lemah semakin membebani penurunan komoditas.

Minyak mentah AS terpantau turun sebanyak 21% pada Juli, yang merupakan penurunan terburuk sejak tahun 2008 di tengah banjir global yang semakin parah dan jatuhnya pasar saham di Tiongkok yang merupakan konsumen energi terbesar di dunia.

Pada sesi Senin yang lalu, penurunan harga minyak diperparah setelah munculnya laporan yang menunjukkan pertumbuhan manufaktur Tiongkok secara tak terduga terhenti pada bulan Juli dan pembelanjaan konsumen AS naik pada kecepatan yang paling lambat dalam empat bulan pada bulan Juni karena permintaan untuk mobil melemah.

Brent, yang merupakan patokan global untuk minyak mentah, turun $ 2,69 atau 5,2% pada $ 49,52 per barel. Minyak mentah AS turun sebanyak $ 1,95 atau 4,1% pada level $ 45,17. Kontrak bensin untuk bulan Agustus menetap hampir 9% dari penutupan pada sesi Jumat. Perbedaan harga bensin dengan minyak mentah AS menyempit menjadi di bawah $ 26.

Sebuah survei pekan lalu menunjukkan bahwa produksi minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai tingkat bulanan tertinggi dalam sejarah pada bulan Juli. Kenyataan ini memperkuat gagasan bahwa Arab Saudi dan anggota kunci OPEC lainnya terfokus untuk mempertahankan pangsa pasar.