Equityworld Futures : Saham di Amerika Serikat pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa pagi WIB, 10 Februari 2015 ditutup melemah. Kinerja bursa tampaknya terpengaruh pada kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran terhadap melemahnya perekonomian Yunani.

“Ini merupakan hari ketika semua memberi perhatian pada global makro melebihi dari apa pun. Pasar di bawah tekanan oleh berbagai alasan, tapi bukan sektor energi,” ujar Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, dikutip CNBC.

Saham sektor energi merupakan satu-satunya saham yang ditutup menguat pada indeks S&P 500. Chevron dan Caterpillar memimpin keuntungan saham blue chip, termasuk Exxon Mobil.

Sementara itu, The Dow Jones Industrial Average jatuh hampir 130 poin pada pembukaan sesi kedua perdagangan, sebelum akhirnya ditutup melemah 100 poin. Saham Wal-Mart memimpin keterpurukan.

“Secara keseluruhan, kami mengikuti Eropa (yang ditutup melemah),” tutur Peter Boockvar, kepala analisis pasar di The Lindsey Group.

Indeks The Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 95,3 poin atau 0,53 persen di level 17.729,15. Saham Wal-Mart memimpin kejatuhan dan Caterpillar menjadi blue chip dengan keuntungan terbesar.

Sementara itu, indeks S&P 500 juga melemah sebanyak 8,77 poin atau 0,43 persen ke level 2.046,70. Sektor kesehatan memimpin penurunan. Energi merupakan satu-satunya sektor yang harganya naik.

Papan indeks Nasdaq pun ditutup melemah 18,3 poin atau 0,39 persen pada level 4.726,01.

Tiap tiga saham turun, dua saham naik di New York Stock Exchange, dengan volume saham 736 juta dan volume komposit hampir 3,4 miliar pada penutupan.