Equityword Futures Surabaya – Harga minyak mentah Amerika Serikat, ditutup melonjak tiga persen pada penutupan perdagangan bursa berjangka AS, Selasa 15 Desember 2015, waktu setempat.

Harga minyak mentah berhasil keluar dari level terendahnya dalam tujuh tahun.

Dilansir CNBC, Rabu 16 Desember 2015, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), ditutup naik US$1,04 atau 2,86 persen di US$37,35 per barel pada transaksi kemarin. Sehari sebelumnya, WTI sempat jatuh ke US$34,53 per barel.
Sedangkan harga minyak mentah Eropa, Brent, naik 49 sen atau 1,29 persen di US$38,41 per barel. Sehari sebelumnya, Brent berhasil keluar dari level terendah pada 2008, yakni US$36,20.
Kepala strategis Komoditi di RBC Capital Market, Helima Croft, meyakini ketidakstabilan harga di pasar minyak ini, karena sentimen pasar yang berubah-berubah berdasarkan berita yang beredar.
Sedangkan analis di Danske Bank, mengatakan harga minyak bisa turun lebih rendah hingga US$25 per barel, karena melimpahnya pasokan minyak dunia. (asp)