Equityworld Futures : Harga minyak mentah dunia naik dalam tiga sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa dini hari, 10 Februari 2015, menyusul prediksi OPEC akan meningkatnya permintaan. Proyeksi berkurangnya pasokan dari negara non anggota OPEC juga dianggap faktor pemicu naiknya harga.

Data pada akhir pekan lalu menunjukkan rig minyak di Amerika Serikat (AS) di titik terendah selama tiga tahun mendongkrak pasar minyak. Acuan harga minyak berjangka jenis Brent naik 60 sen, atau satu persen, menjadi US$58 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS (West Texas Intermediate/WTI) mencatat kenaikan US$1,17 di level US$52,86 per barel setelah sempat diperdagangkan di tataran US$53,40 per barel pada awal perdagangan.

“Dari sudut pandang statistik, semakin keras Anda jatuh, maka semakin sering Anda rebound,” ujar Phil Flynn, analis di Price Futures Group, Chichago seperti dikutip Reuters.

Organisasi negara eksportir minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memprediksi permintaan akan menjadi 29,21 juta barel per hari (bph) pada 2015, atau meningkat 430.000 bph dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, data kantor urusan minyak di Amerika Serikat yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan jumlah rig di wilayah itu turun jadi 1.140, terendah sejak Desember 2011.

 

@viva.co.id