Equityworld Futures : Harga minyak mentah dunia harga jatuh setelah Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan persediaan minyak global akan meningkat lantaran berlebihnya pasokan.

Lembaga penasihat ekonomi negara Barat itu juga memperingatkan, stok minyak di negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang berbasis di Paris, akan mendekati rekor 2,83 miliar barel pada pertengahan 2015.

Minyak mentah berjangka Amerika Serikat (West Texas Intermediate/WTI) untuk pengiriman Maret jatuh US$2,84, atau 5,37 persen, menjadi US$50,02 per barel, setelah sempat jatuh ke level US$49,86.

Sedangkan minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Maret turun US$1,91, atau 3,3 persen, jadi US$56,43 per barel.

 

“Pertempuran prediksi tentang minyak, bermain di sini,” kata John Kilduff, analis di New York Again Capital, dikutip Reuters, Rabu 11 Februari 2015.

Sementara, keseimbangan pasokan dan permintaan minyak diperkirakan akan terjadi pada akhir 2015. IEA juga memperkirakan permintaan minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menjadi 29,4 juta barel per hari (bph) pada tahun ini.

Menanggapi minyak shale dari AS, IEA mengatakan pertumbuhan produksinya akan berhenti, sebelum kembali mendapatkan momentum.

Prospek IEA lebih bearish dibanding laporan bulanan OPEC, Senin lalu. OPEC memperkirakan permintaan minyak dari anggotanya akan naik menjadi 29,2 juta barel per hari pada tahun ini. Angka itu naik 430.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya.

 

@viva.co.id