Equityworld Futures Surabaya – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Indeks saham menguat jika bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed) menaikan suku bunga acuan.

Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS memberikan kepastian pada pelaku pasar.

“Masih menunggu the Fed. Kalau the Fed harapannya naikin suku bunga,” kata dia kepada Liputan6.com, Kamis (17/12/2015).

Sayangnya, rencana kenaikan tersebut belum pasti sehingga, jika suku bunga tidak jadi naik membuat IHSG terkoreksi.

Kiswoyo memperkirakan IHSG bergerak pada level support 4.400 dan resistance 4.500. Dia meminta pelaku pasar untuk berhati-hati dalam akumulasi saham.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan bursa saham Asia sebagai positif pada perdagangan saham kemarin. Pelaku pasar mengapresiasi akan kepastian suku bunga The Fed. Hal tersebut diikuti oleh kenaikan IHSG sebanyak 74,28 poin atau 1,68 persen ke level 4.483,45.

“Sektor keuangan dan infrastruktur kembali menjadi favorit investor di saat rebound. Aksi tunggu investor di dunia yang terfokus oleh 76 persen peluang dinaikannya suku bunga AS berdampak positif dan menjanjikan hilangnya ketidakpastian,” kata dia dalam ulasannya.

Perdagangan saham kali ini, Lanjar mengatakan IHSG berpeluang menguat dengan support 4.470 dan resistance 4.555.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas memprediksi IHSG bergerak variatif pada perdagangan saham Jumat. Indeks saham bergerak pada level support 4.403 dan resistance 4.530.

Lanjar merekomendasikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Karya Tbk (WIKA), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

PT Sinarmas Sekuritas merekomendasikan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Waskita Karya Beton Tbk (WTON), PT Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA).