Equityworld Futures :

Emas mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dengan dorongan harapan para investor yang berani membeli emas ditengah bayang-bayang menguatnya Dolar AS.

Sebelumnya, banyak pihak sudah melempar handuk dengan penguatan Dolar AS atas sentimen kebijakan suku bunga The Federal Reserve AS. Nyatanya, ditengah laju penguatan Dolar AS, Emas mampu bertahan dan menguat pula.

Laju kenaikan harga Emas sudah tercium setidaknya ketika Indek Dolar AS meledak paska data data Non Farm Payroll yang angkanya lebih baik dari perkiraan awal. Akibatnya Euro terseok cukup dalam. Kondisi ini secara relatif justru mengungkit harga emas untuk bertahan dan berangsur naik.

Haruslah dipahami bahwa isu Dolar AS bukanlah segalanya dalam perdagangan emas, kentalnya warna Dolar AS dalam sentimen pasar emas saat ini justru telah membuat pelaku pasar mendiskonnya. Mengenai kenaikan suku bunga, pasar bisa memaklumi. Kesadaran yang demikian ini membuat pelaku pasar memilih sikap bertahan dengan melihat peluang kebangkitan Emas dari sentimen pengungkit lainnya, Euro.

Momentum pergerakan indek Dolar dimanfaatkan kembali, berkaca pada pergerakan dua garis secara pararel sebagaimana yang terjadi pada bulan Oktober, saat harga emas melakukan koreksi maka posisi “pullback mode” akan dijalankan hingga indikator pembalikan arah pasar muncul cukup kuat.

Melihat grafik pergerakan harga spot emas, terlihat upaya keras dari emas untuk memecah tren penurunannya, menembus batas resistensinya untuk mengubah haluan menjadi sebuah laju kenaikan harga. Secara relatif, keberhasilan menembus resisensinya akan membuat harga emas bisa menguat kembali (rebound), meskipun dalam jangka panjang masih akan dibayang-bayangi dengan tekanan dari kuatnya Dolar AS.

Ditengah euforia ini, aksi beli mengikuti gelombang besar akan lebih baik dalam memanfaatkan peluangan yang ada. Harga emas diperkirakan masih mencoba menembus ke harga $1,173 per ons yang merupakan harga kristis. Kegagalan menembusnya akan membuat harga emas mengalami koreksi, sebaliknya jika cukup kuat, maka akan melenggang hingga ke $1,180 bahkan ke harga $1,188 per ons. Kekuatan sentimen pasar masih cukup optimis dengan potensi kenaikan, sekitar 74%.