Equityworld Futures : Gunung Slamet mengeluarkan dentuman cukup keras dan terdengar hingga radius 20 kilometer. Warga panik, sebagian di antaranya bersiap mengungsi.

Anggota SAR Kutabawa, Purbalingga, Slamet Hardiyansah, mengatakan setelah suara dentuman sekitar pukul 13.00 WIB, abu tipis turun di Bambangan dan masyarakat setempat langsung mengemasi barang mereka dan siap mengungsi. Akibat dentuman dan lontaran material tersebut, kebakaran juga terlihat di Pos 8 jalur pendakian Bambangan Purbalingga.

“Lontaran material terlihat jelas dari atas puncak, meskipun pada siang hari,” katanya.

Wasirun, warga Limpakuwus Banyumas, mengatakan warga berhamburan keluar rumah saat mendengar dentuman. “Dentumannya sangat keras, sampai kaca-kaca dan atap seng ikut bergetar,” katanya.

Bahkan saat ini warga Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng sudah mengemasi surat berharga dan dimasukkan kedalam tas. “Kami tetap waspada dan tidak panik, tapi sudah mulai berkemas jika sewaktu-waktu terjadi letusan,” kata kepala dusun di Desa Melung, Margino.

Suara dentuman tesebut ternyata tidak hanya didengar dan dirasakan warga Purwokerto, tapi juga warga Kroya, Cilacap. Padahal jarak antara Gunung Slamet hingga Kroya sekitar 28 kilometer.

“Iya dentuman sama getaran terasa sampai Kroya,” kata Asih, warga Kroya, Cilacap Jawa Tengah.

Suara dentuman juga terdengar hingga Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Cilacap. “Tadi saat di belakang, saya mendengar dua kali suara dentuman seperti geluduk. Padahal, cuaca sangat cerah,” kata salah seorang warga, Syehal.

Pada pukul 16.00 WIB, suara dentuman masih terdengar. Warga Purwokerto keluar rumah dan melihat situasi Gunung Slamet yang saat ini masih tertutup kabut.

 

Arbi Anugrah – detikNews