Equity world futures – Inggris memilih untuk keluar dari uni Eropa, berdasarkan hasil referendum, sebuah hasil yang memosisikan negara ini ke sebuah jalur ketidakjelasan dan kemunduran pada upaya Eropa untuk bersatu dan menjadi lebih besar sejak masa Perang Dunia II.

PT. Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world, Hangseng, Nikkei, Gold, Rupiah

PT. Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world, Hangseng, Nikkei, Gold, Rupiah

Pasar finansial dunia turun seiring hasil referendum yang mendekati hasil, dengan 51,8 persen lebih banyak warga Inggris yang memilih keluar dari Uni Eropa. Mata uang sterling menderita dengan penurunan terbesar hingga 10 persen terhadap dollar AS, posisi terendah sepanjang 31 tahun terakhir, yang mengekspresikan ketakutan masyarakat akan keputusan keluar dari Uni Eropa pada perekonomian terbesar kelima dunia tersebut.

Hasil referendum ini melengkapi upaya dua tahun Inggris mencoba bercerai dari Uni Eropa, meningkatkan pertanyaan apakah London masih berperan dalan pasar keuangan global, serta menekan Perdana Menteri David Cameron untuk mengundurkan diri. Mata uang Euro turun lebih dari 3 persen terhadap dollar akibat kekhawatiran bola liar Brexit akan merusak perekonomian Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara.

Rupiah dibuka di angka 13.388 per dolar AS, tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.393 per dolar AS.Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak diksiaran 13.369 per dolar AS hingga 13.424 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah menguat 2,93 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di 13.398 per dolar AS. melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.273 per dolar AS.

Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir karena para investor melepas aset-aset yang memiliki risiko tinggi jelang rapat Bank Sentral AS dan juga keputusan dari referendum Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Investor membanjiri safe havens aset termasuk emas dan yen yang menguat. Sementara saham-saham Eropa dibuka dengan estimasi penurunan hingga 6-7,5 persen lebih rendah.

Belum ada komentar dari Bank of England. Sementara itu, para pembuat kebijakan global bersiap untuk mentsabilkan pasar, dengan Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menjanjikan repsons yang diperlukan di pasar mata uang.

Saat ini terjadi euforia pihak “Leave” yang sudah mengklaim kemenangan mereka sebagai protes terhadap pimpinan politik Inggris, bisnis besar, serta pimpinan negara asing, termasuk Obama yang mendorong Inggris tetap di UE.

“Jika prediksi tepat, ini akan jadi kemenangan bagi setiap orang, terutama orang biasa. Biarkan tanggal 23 Juni jadi hari kemerdekaan bagi kami,” kata Nigel Farage, pimpinan eurosceptic UK Independence Party.

Dia juga menyebutkan EU sebagai proyek gagal.

Pada pukul 12.07 WIB, sebanyak 48,2 warga Inggris memilih tetap di UE, sementara 51,7 persen warga memilih keluar UE, dari pantauan penghitungan suara “Live” di Reuters.