Equityworld Futures : Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah pada perdagangan Rabu 19 November 2014, menyusul adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang kepada VIVAnews menyampaikan bahwa kombinasi meningkatnya harga BBM bersubsidi dan BI rate berpotensi untuk memukul pertumbuhan GDP (produk domestik bruto) Indonesia di bawah lima persen pada kuartal keempat tahun ini.

“Angka inflasi pun akan bertambah mencapai hingga tujuh persen, yang ujungnya akan ikut menghantam pendapatan, serta keuntungan dari emiten,” ujarnya .

Menurut dia, laju indeks saham pada perdagangan hari ini, diperkirakan bakal bergerak di kisaran level 5.075-5.125.

Seperti diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa 18 November 2014, berakhir menguat 48,53 poin, atau 0,96 persen ke level 5.102,47, usai diumumkannya kenaikan harga BBM bersubsidi yang masing-masing naik sebesar Rp2.000 per liter untuk premium dan solar.

Sementara itu, ada pun saham-saham yang menjadi rekomendasinya pada hari ini, antara lain:

1. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), di kisaran harga Rp1.175-1.245.

2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), di harga sekitar Rp30.850-32.375.

3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dengan kisaran Rp2.730-2.775.

4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), di rentang Rp10.975-11.300.

5. PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dengan kisaran harga 6.700-6.975.

Meski demikian, menurut Edwin, sentimen positif bisa datang dari pasar global, yang kemungkinan bisa mempengaruhi pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia hari ini.

Terutama, dia menjelaskan, adanya faktor lanjutan kenaikan saham sektor kesehatan, seiring dengan pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe yang akan menunda kenaikan pajak penjualan tahun depan.

Selain itu, rilis data Germany’s ZEW Institute pada November ini yang hasilnya di atas ekspektasi dan European Automobile Manufacturers Association yang melaporkan kenaikan registrasi mobil baru di Oktober mencapai level tertinggi dalam 6,5 tahun terakhir, menjadi katalis positif menguatnya indeks Dow Jones di bursa saham Amerika Serikat, Wall Street. (asp)

© VIVA.co.id