NEW YORK – Wall Street berakhir anjlok pada Selasa waktu setempat karena aksi jual investor yang mulai memikirkan tentang kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve akhir tahun ini.

Ekonomi AS mulai membaik dengan harga konsumen mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun pada bulan April. Data menunjukkan inflasi stabil yang bisa memberikan amunisi Fed untuk menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Sementara itu, pembuat kebijakan Fed mengatakan, akan mendorong kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli, dan dua periode lainnya masih melihat kenaikan tingkat tahun ini, untuk segera melakukan perubahan dalam kebijakan moneter.

“Pasar ekuitas mengambil isyarat dari data yang kuat dan beberapa komentar dari anggota Fed dalam hal ini mungkin naik lebih agresif,” kata Spesialis Senior Investasi Pendapatan Tetap di Aberdeen Asset Management, Patrick Maldari melansir Reuters, Rabu (18/5/2016)

Dow Jones industrial average turun 180,73 poin, atau 1,02 persen, ke 17.529,98, S & P 500 kehilangan 19,45 poin, atau 0,94 persen, ke 2.047,21 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 59,73 poin, atau 1,25 persen, ke 4.715,73.

Home Depot (HD.N) meningkatkan penjualan dan perkiraan keuntungan untuk tahun ini setelah kuartal pertama lebih kuat dari yang diperkirakan. Akan tetapi, sahamnya yang telah mengungguli konsumen sektor diskresioner selama tahun lalu dan pekan lalu justru turun 2,5 persen dan menyeret jatuh indeks S & P 500 dan Dow.

Perusahaan pembiayaan Lending Club tenggelam 8,6 persen setelah mengungkapkan pihaknya menghadapinya penyelidikan pemerintah menyusul kepergian tiba-tiba Renaud Laplanche sebagai kepala eksekutif.

Lending Club juga mengatakan guncangan itu telah mendorong sejumlah investor kunci dalam pinjaman-pinjaman perusahaan menghentikan bisnis, lebih lanjut mengurangi jumlah pinjaman yang dapat diproses.