Equityworld futures-Sampai perdagangan pasar valas akhir sesi Asia (6/9), kurs Rp masihlah bergerak positif kepada dolar AS tetapi volume kapabilitas menurun. Kemampuan Rp terkecuali mendapat sentimen dari pelemahan dolar AS pun intervensi BI menguatkan kurs referensinya.

Pergerakan kuat rp sampai siang ini menciptakan investor asing mengurangi tarikan modalnya dari bursa saham sampai menempa net sell Rp90 miliar lebih. Perbuatan menjual saham asing ini memberikan kendala bagi laju IHSG yg melemah 0,1%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi 1 Selasa siang (06/09) berada di zona merah, turun tipis -8,67 poin atau -0,16 persen pada 5348,28. Pelemahan IHSG terpicu aksi profit taking investor asing.

IHSG siang ini terpantau 119 saham menguat, 154 saham melemah. Tercatat transaksi sebesar lebih Rp4,43 triliun dari 3,58 miliar lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak lebih 127.574 kali.

IHSG siang ini tertekan 7 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Aneka Industri yang turun 0,63 persen.

Siang ini terjadi aksi profit taking investor asing, dimana dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp 163,83 miliar.

Pergerakan kurs Rp di pasar spot siang ini bergerak positif dgn posisi penguatan 0,06% dari perdagangan diawal mulanya & sekarang bergerak terhadap kisaran Rp13148/US$ sesudah di buka kuat terhadap level Rp13155/US$. untuk kurs Jisdor & kurs transaksi antar bank yg ditetapkan Bank Indonesia hri ini kembali diperkuat.

Kurs jisdor yg ditetapkan Bank Indonesia hri ini diperkuat ke 13162 dari posisi 13197 perdagangan hri Senin (5/9), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13228 sesudah perdagangan diawal mulanya 13263.

& buat pergerakan kurs Rp di pasar spot hri ini berpotensi kuat terhadap akhir perdagangan oleh momentum pelemahan dolar AS, maka Analyst Equity Research Center memperkirakan Rp bergerak di level support di 13188 & resistance di 13122.