Equityworld Futures-Di akhir perdagangan bursa saham Jepang awal minggu Senin (05/09), indeks Nikkei ditutup naik 0,66 prosen, atau 111,95 poin kepada 17,037.63, menyentuh level paling atas dalam tiga bln. Penguatan indeks Nikkei terdorong melemahnya data Non Farm Payrolls AS yg memudarkan cita-cita kenaikan suku bunga AS .

Nonfarm payrolls AS buat bln Agustus datang di 151.000 tugas baru, lebih jelek dari perkiraan 180.000. Laporan payrolls yakni salah satu kunci bagi The Fed & jumlah yg lemah mampu mendorong bank sentral buat menunda laju kenaikan berikutnya di luar bln ini.

saksikan : Non Farm Payrolls AS Agustus Melambat, Pudarkan Angan-angan Kenaikan Suku Bunga September

Yen Jepang konsisten kepada level 103 kepada greenback, diperdagangkan kepada 103,41 per 03 : 29 HK saat / SIN.

Tetapi bagian keuangan, yg sudah memimpin pasar pada awal mulanya, kehilangan momentum sesudah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menyampaikan terhadap sebuah seminar bahwa jumpa kebijakan komprehensif bank sentral akhir bln ini tak dapat menyebabkan pelonggaran moneter yg diturunkan.

Beliau menekankan bahwa BOJ mempunyai lokasi utk memperdalam tarif negatif & dirinya mengakui bahwa kebijakan mempunyai risiko sendiri.

Kepada akhir perdagangan saham keuangan melemah. Saham Mitsubishi UFJ Financial Grup turun 1,5 %, saham Sumitomo Mitsui Financial Kelompok menumpahkan 0,8 % & saham Dai-ichi Life Insurance menumpahkan 0,3 prosen.

Sedangkan utk indeks Nikkei berjangka terpantau flat terhadap 17,030, sama dgn penutupan perdagangan pada awal mulanya terhadap 17,030.

Analyst equity Research Center memperkirakan utk perdagangan setelah itu, indeks Nikkei bakal mencermati pergerakan Yen, yg jikalau konsisten menguat dapat berpotensi menekan indeks. Dengan Cara teknikal Indeks Nikkei bakal bergerak dalam kisaran Support 16,526-16,026, & kisaran Resistance 17,526-18,025.