Emas Comex bulan Juni sempat sebentar berada diatas $1,300 diawal minggu untuk pertamakali dalam jangka waktu 15 bulan dengan indeks dolar AS menyentuh kerendahan selama 15 bulan. Metal kuning ini kemudian turun kembali karena aksi ambil untung.

Setelah diperdagangkan di ketinggian selama 15 bulan selama dua hari perdagangan pada minggu lalu, emas berjangka telah diperdagangkan dibawah ketinggian $1,306 yang tersentuh pada hari Senin minggu lalu. Setelah ditutup lebih rendah selama tiga hari berturut-turut, emas berjangka bulan Juni terakhir ditutup naik $20.70 di $1,293 per ons.

Tetapi setelah kenaikan yang lebih lemah daripada yang diperkirakan dari nonfarm payrolls AS bulan April pada hari Jumat minggu lalu, metal ini menantang $1,300 lagi. Tepat sebelum 1 p.m. EDT, emas bulan Juni berada di $1,295.70 per ons, naik $5.20 selama seminggu yang lalu. Faktor penyebab terjadinya “reversal” emas pada hari Jumat minggu lalu adalah rilis data dari laporan nonfarm payrolls yang lebih rendah daripada yang diperkirakan, yang menunjukkan data employment bulan April yang suram.

Namun, sentimen secara keseluruhan tetap bullish diantara para investor dan professional pasar, menurut hasil dari Kitco News Wall St. vs. Main St. Gold Survey.

Dari 660 orang yang berpartisipasi di Kitco’s online gold survey, 418 atau 63% mengatakan mereka memperkirakan harga emas akan naik minggu ini, 159 orang atau 24% mengatakan mereka memperkirakan harga emas akan turun dan 83 orang atau 13% netral.

Dari 35 profesional pasar yang dikontak, 16 merespon dimana 9 atau 56% mengatakan mereka bullish terhadap emas, sementara 5 expert atau 31% mengatakan mereka bearish dan 2 atau 13% netral. Market participants termasuk bullion dealers, investment banks, futures traders dan technical-chart analysts.

Para analis mengatakan kunci untuk pasar emas minggu depan hanyalah apa yang akan terjadi di level sekitar $1,300 per ons, apakah momentum tren naik akan terus berlangsung setelah laporan pekerjaan AS hari Jumat yang lalu, atau apakah para traders futures yang menganut tren bullish akan memutuskan untuk mulai keluar dari posisi untuk mengambil keuntungan.

Sean Lusk, direktur dari commercial hedging Walsh Trading mengatakan,”Kita akan mendapatkan momentum naik jika harga emas bisa ditutup diatas angka $1,295.70 per ons.”

Lusk menunjukkan bahwa data payrolls yang dirilis pada hari Jumat minggu lalu yang membuat bullish harga emas, muncul setelah kenaikan didalam klaim pengangguran mingguan sebagaimana yang dilaporkan pada hari Kamis minggu lalu.

“Hal ini memotong kecepatan dan jumlah kenaikan tingkat bunga Federal Reserve AS untuk sisa dari tahun ini dan tahun yang akan datang, itulah sebabnya harga emas terus mendapatkan permintaan pembelian, “kata Lusk.

Data ini memungkinkan euro membukukan kenaikan terhadap dolar AS, yang cenderung membantu emas. Dengan demikian dolar AS dan harga saham akan tetap merupakan kunci dari luar pasar untuk metal berharga minggu ini, kata para pengamat.

Afshin Nabavi, kepala trading di MKS (Swiss) S.A mengatakan, “dengan jumlah (payrolls) seperti ini, dolar seharusnya terus mengalami tekanan. Saya tidak berpikir kita akan mengalami kenaikan tingkat bunga lagi…..karena itu, pada suatu titik emas seharusnya menembus level $1,300.”

Namun, kadang-kadang angka yang bulat seperti $1,300 adalah level dimana pasar berhenti. Mereka telah menjadi target dari para trader yang sekarang cenderung untuk mengambil posisi jual, atau keluar posisi dalam rangka menutup keuntungan mereka. Jadi para trader sedang mengamati untuk melihat apakah yang para speculator akan lakukan.

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center