Equityworld futures-Menjelang penutupan akhir minggu, wajah bursa Asia tetap beraneka. Mengutip data CNBC, indeks ASX 200 Australia turun 0,85%. Penurunan bursa Australia terseret oleh anjloknya bagian energi yg turun 0,36% & bidang finansial yg melorot 1,13%. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,38%. Adapun indeks Kospi naik 0,21% sesudah data revisi Product Domestik Bruto Korea Selatan naik 0,8% dibanding kuartal diawal mulanya.

Pasar saham China bergerak di dua zona, di mana Shanghai Composite bergerak flat & Shenzen Composite turun 0,1%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,35%, sesudah ditutup di level tertingginya sejak Agustus 2015 Kamis tempo hari. Tersangka pasar di kawasan regional nampaknya masihlah menanti data tenaga kerja AS (non pertanian) yg dijadwalkan bakal dirilis hri ini.

Bursa saham Koreal Selatan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Kospi ditutup menguat 0,29% atau 5,94 poin ke 2.038,66. Pagi tadi, indeks Kospi dibuka dengan penguatan0,06% atau 1,20 poin ke 2.033,92. Sepanjang perdagangan hari ini indeks bergerak pada kisaran 2.039,18 – 2.033,92.

Dari 766 saham yang diperdagangkan, sebanyak 411 saham menguat, 281 saham melemah, dan 74 saham stagnan. Saham Donghwa Pharmaceutical Co. Ltd. dan Woori Bank memberikan dorongan pada indeks Kospi dengan penguatan masing-masing 2,72% atau 1,38%. Penguatan indeks ini sejalan dengan dirilisnya data revuisi tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang dilaporkan lebih menguat pada kuartal kedua,

Menurut data revisi Bank of Korea (BoK), seperti dikutip Reuters hari ini, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut naik 0,8% pada kuartal kedua. Angka revisi pertumbuhan ini sedikit lebih baik daripada kenaikan yang diperkirakan sebelumnya oleh BoK untuk kuartal kedua sebesar 0,7%. Secara tahunan, tingkat pertumbuhan juga sedikit naik menjadi 3,3% dari prediksi sebelumnya sebesar 3,2%.

Bursa Jepang ditutup menguat pada perdagangan Kamis saat yen ditransaksikan menguat tipis. Bursa Jepang itu menguat menjelang data pekerja AS yang diharapkan dapat memperjelas outlook kenaikan tingkat suku bunga AS dan arah bagi pergerakan yen. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix ditutup menguat 0,59% atau 7,84 poin ke level 1.337,38.

Sepanjang hari ini indeks bergerak pada rentang 1.327,88-1.338,52. Dari 1.954 saham yang diperdagangkan sebanyak 1.180 menguat, 653 saham melemah, dan 135 saham stagnan. Adapun Nikkei 225 Stock Average ditutup menguat 0,23% atau 39,44 poin ke level 16.926,84. Sepanjang hari ini indeks bergerak pada rentang 16.864,59-16.941,18. Dari 225 saham yang diperdagangkan sebanyak 140 saham menguat, 75 saham melemah, dan 10 saham stagnan. Sementara itu yen terpantau menguat tipis 0,04% ke 103,38

“Pada dasarnya, sentimen market bermacam lantaran trader malas membawa tidak sedikit risiko menjelang dirilisnya data tenaga kerja non farm AS,” terang Margaret Yg, market analyst CMC Markets Singapore. Data tenaga kerja AS bakal tentukan dengan cara apa arah kebijakan suku bunga AS ke depannya. Pasalnya, para pejabat the Fed berulang kali menekankan bahwa ketentuan mereka teramat tergantung terhadap data ekonomi AS.