Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Selasa (03/05), Indeks Shanghai bergerak positif, saat ini terpantau naik 43,52 poin atau 1,48 persen pada 2981.85. Melemahnya aktifitas manufaktur Tiongkok membangkitkan harapan investor untuk stimulus pemerintah Beijing segera dilaksanakan.

Kekuatiran perkembangan ekonomi Tiongkok kembali muncul setelah data aktifitas manufaktur, baik data resmi pemerintah yang dirilis pada hari minggu, maupun data Caixin yang dirilis hari ini mengalami pelemahan.

Aktivitas sektor manufaktur Tiongkok tumbuh untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan April, namun turun tipis dibandingkan bulal sebelumnya, demikian survei resmi menunjukkan pada hari Minggu (01/05), meningkatkan keraguan tentang keberlanjutan kenaikan baru-baru ini di ekonomi negeri dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Indeks Pembelian Manajer resmi (PMI) membukukan hasil 50,1 pada bulan April, turun tipis dari bulan Maret 50,2 dan hampir di atas tanda 50-point yang memisahkan ekspansi dalam kegiatan dari kontraksi.

Aktifitas di pabrik-pabrik Tiongkok menyusut pada April karena permintaan stagnan, memaksa perusahaan untuk memotong tajam pekerjaan, sebuah survei swasta menunjukkan pada hari Selasa (03/05), yang kembali menimbulkan keraguan apakah negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia tersebut akan pulih.

The Caixin / Markit Manufacturing Purchasing Managers (PMI) turun menjadi 49,4 bulan lalu, di bawah ekspektasi pasar 49,9 dan turun sedikit dari bulan Maret 49,7.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai diperkirakan berpotensi menguat terbatas dengan harapan stimulus pemerintah beijing untuk memperkuat ekonomi Tiongkok. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2896-2792 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3090-3187.


Doni/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang