Equityworld Futures-Indeks Nikkei di Bursa saham Jepang pada awal perdagangan awal pekan Selasa (23/08) dibuka lemas, saat ini terpantau merah -31,11 poin atau -0,19 persen di 16.567,08. Pelemahan indeks Nikkei tertekan penguatan Yen.

Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan perdagangan pair di 100,25 per 09:43 HK / SIN, dibandingkan dengan tingkat dekat 100,76 pada Senin sore waktu setempat.

Yen menguat membuat saham ekspor di bawah tekanan, dengan saham Toyota turun 0,82 %, saham Nissan turun 1,04 % dan saham Honda menurun sebesar 2,2 %. Penguatan yen biasanya negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi kembali ke dalam mata uang lokal.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -20,00 poin atau -0,12 Peren pada 16,550, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,570.

Yen Jepang diperdagangkan relatif melemah terhadap dollar AS pada 100,76 per 14:45 HK / SIN, dibandingkan dengan posisi 99 yang dicapai pekan lalu.

Pada akhir perdagangan, saham-saham eksportir Jepang mixed, dengan saham Toyota menguat 1,23 persen, saham Honda naik 1,23 persen dan saham Sony naik 1,41 persen, saham Mitsubishi Motors turun 0,63 persen dan saham Canon turun 0,79 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -20,00 poin atau -0,12% pada 16,550, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,570.

Esok hari akan dirilis data Nikkei Manufacturing PMI Flash Agustus yang diindikasikan meningkat.

Pagi ini Yen Jepang diperdagangkan relatif melemah terhadap dollar AS, pada tingkat dekat 100,70 per 08:31 HK / SIN, dibandingkan dengan posisi 99 yang dicapai pada minggu sebelumnya.

Laporan dari Jepang akhir pekan ini menyatakan bahwa Bank of Japan akan memotong tarif lebih jauh ke wilayah negatif pada pertemuan berikutnya pada bulan September dalam upaya untuk menopang perekonomian yang hampir resesi di negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Sankei, Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan kebijakan suku bunga negatif  BOJ yang diperkenalkan awal tahun ini, belum mencapai batas-batasnya, menurut laporan Reuters melalui wawancara.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau naik 40,00 poin atau 0,24% pada 16,560, naik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,520.

Analyst Equity Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi turun tertekan Penguatan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,050-15,506, dan kisaran Resistance 17,014-17,516.