Memasuki sesi 1 perdagangan IHSG Jumat (29/04), IHSG turun -17,83 poin atau -0,37% pada 4830,56. Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking investor asing terpicu pelemahan bursa Wall Street.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis, karena anjloknya saham Apple dan melambatnya pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama 2016 ini. Indeks Dow Jones Industrial ditutup turun 1,17 persen, di 17,830.76, dengan penurunan saham Apple. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,92 persen, ke 2,075.81, dengan sektor teknologi informasi memimpin sembilan sektor yang lebih rendah . Indeks Nasdaq ditutup turun 1,19 persen, pada 4,805.29.

Sementara itu siang ini terpantau sebagian besar indeks utama kawasan Asia berada di zona merah. Hanya indeks ASX 200 yang berada di wilayah positif.

IHSG siang ini tertekan oleh 9 sektor yang negatif, dengan penurunan tertinggi pada sektor Property yang turun sebesar -0,96%. Pada sesi 1 siang ini tercatat 99 saham menguat, sedangkan 163 saham melemah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 2,72 miliar saham dengan nilai mencapai 2,87 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 114.269 kali.

Siang ini aksi profit taking investor asing masih terus berlanjut. Tercatat siang ini dana asing yang keluar pasar modal mencapai Rp. 227,55 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan lanjutan aksi profit taking investor asing namun diharapkan ada optimisme ekonomi yang menguatkan bursa. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4800-4768, dan kisaran Resistance 4864-4896.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang