Harga minyak mentah naik 1 persen pada awal perdagangan Asia pada Rabu (27/04) terdukung penurunan pasokan mingguan AS dan pelemahan dollar AS.

Harga minyak mentah semakin terangkat setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penarikan hampir 1,1 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu dibandingkan peningkatan 2,4 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Pagi ini terpantau dollar AS melemah dengan indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 6 rival utamanya  di pasar spot terkini masih bergerak negatif, sebelumnya  indeks dollar ditutup turun  0,4 persen ke posisi 94.47.

Sentimen perkiraan dovish hasil pertemuan komite kebijakan Federal Reserve masih menjadi alasan bagi pasar menekan kurs utama global ini, sehingga mengakhiri perdagangan semalam anjlok parah keculai terhadap yen.

Harga minyak mentah naik 1 persen pada awal perdagangan Asia pada Rabu (27/04) terdukung penurunan pasokan mingguan AS dan pelemahan dollar AS.

Harga minyak mentah semakin terangkat setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penarikan hampir 1,1 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu dibandingkan peningkatan 2,4 juta barel yang diperkirakan oleh analis dalam jajak pendapat Reuters.

Pagi ini terpantau dollar AS melemah dengan indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 6 rival utamanya  di pasar spot terkini masih bergerak negatif, sebelumnya  indeks dollar ditutup turun  0,4 persen ke posisi 94.47.

Sentimen perkiraan dovish hasil pertemuan komite kebijakan Federal Reserve masih menjadi alasan bagi pasar menekan kurs utama global ini, sehingga mengakhiri perdagangan semalam anjlok parah keculai terhadap yen.

Para analis mengatakan minyak mentah menerima dukungan dari dolar jatuh, yang telah kehilangan 5 persen nilai terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya sejak awal tahun.

Pelemahan dolar AS, di mana minyak mentah diperdagangkan, membuat impor bahan bakar lebih murah bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya di dalam negeri, berpotensi memacu permintaan.

Namun keuntungan yang tinggi bulan ini dapat memicu aksi profit taking. Dengan harga naik hampir seperempat bulan ini dan dengan lebih dari dua-pertiga sejak posisi terendah 2016 mereka, para pedagang dengan posisi panjang di beberapa titik akan tergoda untuk menjual dan mengunci keuntungan.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA yang diindikasikan meningkat dari hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun dengan aksi profit taking. Untuk perdagangan nanti malam, harga minyak mentah diperkirakan melemah jika data persediaan minyak mentah mingguan AS terealisir meningkat. Harga diperkirakan menembus kisaran Support $ 44,00-$ 43,50, dan jika naik akan menembus kisaran Resistance $ 46,00-$ 46,50.


Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center

Editor : Asido Situmorang