Harga Emas turun ke terendah tiga pekan pada akhir perdagangan hari Kamis, setelah risalah dari pertemuan kebijakan April Federal Reserve yang mengisyaratkan bisa menaikkan suku bunga AS sesegera bulan Juni.

Tekanan juga sempat meningkat setelah data AS menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan bantuan pengangguran turun pekan lalu, tanda terbaru bahwa ekonomi mendapatkan kembali kecepatan setelah tersandung pada kuartal pertama. Hasil ini menguatkan dolar AS.

Harga emas spot turun 0,3 persen pada $ 1,253.80 per ons pada, pada awal turun terendah $ 1,244.00, terlemah sejak 28 April. Harga emas jatuh 1,7 persen pada hari Rabu.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 1,5 persen pada $ 1,254.80 per ons.

Risalah Fed terbaru mengindikasikan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga jika data pertumbuhan kuartal kedua lebih kuat serta inflasi dan lapangan kerja juga menguat.

Logam mulia ini telah meningkat hampir 20 persen tahun ini karena spekulasi The Fed akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut di tengah kekhawatiran volatilitas di pasar global.

Wakil Ketua Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Kamis Amerika Serikat membutuhkan potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat untuk mengangkat tingkat suku bunga ekuilibrium jangka panjang.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 2,2 persen pada $ 16,47 per ons, harga platinum turun 1,3 persen menjadi $ 1,011.3 dan harga paladium turun 2,1 persen pada $ 558,90.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya harga emas berpotensi turun terpicu penguatan dollar AS dengan meningkatnya sentimen kenaikan suku bunga AS bulan Juni. Harga emas diperkirakan akan berada dalam kisaran Support $ 1,252.00-$ 1,250.00. Jika harga naik akan menembus kisaran Resistance 1,256.00-$ 1,258.00.

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang