Equityworld Futures-Harga emas masihlah bergerak naik perdagangan Asia terhadap hri Rabu pagi (7/9). Investor membawa keuntungan sesudah suatu unjuk rasa yg dipicu oleh berkurangnya cita-cita buat kenaikan suku bunga Fed bln ini.

Divisi Comex New York Merchantile Exchange, spot emas utk pengiriman Desember naik 0.01% di level $1.353.85 troy ons. Tadi malamn, emas memperpanjang keuntungan, menyentuh tinggi lebih dari satu pekan di tengah penurunan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga di kebijakan jumpa akhir bln ini.

Menurut fed rate layar, investor menyaksikan 18% peluang buat kenaikan suku bunga Fed terhadap tanggal 20-21 September akan datang. Investor berfokus kembali sesudah libur awal minggu tempo hari, guna menonton tata cara menyangkut pewaktuan kenaikan suku bunga US.

Sementara angan-angan buat kenaikan suku bunga jangka pendek sudah menurun, investor tetap yakin Fed dapat menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir th, & barangkali berada terhadap bln Desember.

Kepada perdagangan Comex yang lain, spot perak turun -0.18% di level $20.102 troy ons, & tembaga pun turun -0.05% di level $2.092 troy pound.

Indikator ISM menunjukkan indek non manufaktur turun 51,4%  pada bulan lalu dari 55,5% dibulan Juli. Ini merupakan yang paling rendah sejak Februari 2010. Jika indek non manufaktur ISM ini masih turun dibulan-bulan yang akan datang, semakin menutup kemungkinan suku bunga AS akan dinaikkan dalam waktu dekat ini. Hal ini membuat nilai tukar Dolar AS menurun dan harga emas bersinar kembali. Indek Dolar AS turun 1,1% saat penutupan harga emas. Sebagaimana diketahui bahwa lazimnya pergerakan harga emas akan bertolak belakang dengan pergerakan indek Dolar AS. Indek ini mengukur kekuatan nilai tukar Dolar AS atas enam mata uang besar dunia.Pada perdagangan komoditi berjangka, harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember melonjak sebesar $27.30 atau naik 2,1% ke harga $1.354 per ons. Ini merupakan harga tertinggi yang diraih emas sejak 18 Agustus silam. Kenaikan tertinggi sebelumnya yang diraih adalah pada 24 Juni, ketika harga emas mampu naik lebih dari $59 per ons atau sebesar 4,7% saat Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa.

Tanda-tanda retaknya perekonomian AS memberikan nafas bagi laju kenaikan harga emas berikutnya. Pada bulan Agustus, kinerja emas berakhir ditutup turun. Dengan sentimen ini, terbuka harapan diakhir bulan ini akan berbalik kondisinya. Indikator ekonomi AS terbaru yang diterbitkan oleh The Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan adanya pelemahan baik disektor manufaktur ataupun bukan, terendah sejak 2008. Tentu saja ini membuat girang pasar, terbuka kembali harapan Federal Reserve akan menunda untuk menaikkan suku bunga dibulan ini. Harga emas beringsut naik mencapai posisi tertingginya dalam dua bulan ini. Kondisi ekonomi AS memang buram dalam pekan-pekan ini. Pada Jumat lalu, telah dinyatakan bahwa angkatan kerja AS yang terserap mengalami penurunan dibulan Agustus. Tingkat pengangguran AS sendiri masih bertengger di 4,9%. Indikator Non Farm Payroll (NFP) AS telah mendinginkan kembali harapan kenaikan suku bunga dibulan ini.