Mengakhiri perdagangan  pasar valas hari kedua pekan ini  (3/05), rupiah yang dibuka lebih tinggi dari perdagangan sebelumnya harus menyerah oleh tekanan pasar global yang menarik kembali dollar dari negara emerging market setelah jatuh perdagangan sebelumnya. Kurs kawasan Asia hari ini menjadi serbuan pasar sehingga rupiah ikutan didera.

Pergerakan negatif  rupiah sepanjang perdagangan hari ini semakin menambah alasan bagi  asing untuk  tarik dana mereka  dari bursa saham, sehingga tercetak net sell Rp641 miliar. Tekanan jual cukup besar investor asing ini  berusaha lemahkan laju IHSG, namun penutupan terpantau naik tipis 0,1% ke posisi 4812.

Pergerakan kurs rupiah  di pasar spot sore ini bergerak negatif dengan posisi penurunan   0,22% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13187/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13202/US$. Dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Senin diperkuat dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini  menguat ke 13162 dari posisi 13192 perdagangan hari Senin  (25/04), sedangkan kurs transaksi antar bank  diperkuat ke posisi 13228 setelah perdagangan sebelumnya 13258.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan awal pekan,  analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah   berpotensi bergerak negatif  kembali  oleh sikap pasar global diatas terhadap emerging market.

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens