Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Jumat (20/05), indeks Nikkei berakhir naik 0,54 persen, atau 89,69 poin pada 16,736.35. Penguatan indeks Nikkei terdukung pelemahan Yen. Indeks Nikkei mengakhiri minggu ini naik 2 persen lebih tinggi.

Dollar AS tetap di atas level psikologis penting dari ¥ 110, didukung oleh ekspektasi The Fed bisa menaikkan suku bunga di AS pada bulan Juni.

Produsen mobil Jepang, yang sangat bergantung pada penjualan ekspor untuk keuntungan, mengungguli pasar yang lebih luas karena kelemahan yen. Saham Toyota Motor Corp naik 1,2 persen, saham Mazda Motor Corp naik 1,6 persen dan saham Nissan Motor Co Ltd naik 0,9 persen.

Perdagangan saham hari ini dalam volume dan omset yang tipis karena banyak investor menunggu menjelang pertemuan menteri keuangan dua hari negara kelompok G-7 yang berharap banyak akan memberikan beberapa kejelasan atas pelaksanaan kebijakan moneter dan fiskal global.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -10,00 poin atau -0,06% pada 16,730, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,740.

Pada senin pagi mendatang akan dirilis data Balance of Trade April yang diperkirakan akan mengalami defisit.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei bergerak melemah jika data perdagangan terealisir defisit, namun juga akan memperhatikan pergerakan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 16,295-15,746, dan kisaran Resistance 17,244-17,793.


Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center

Editor: Asido Situmorang