Bursa AS gagal mempertahankan penguatan bulanannya setelah menguat dalam dua pekan, dengan indeks Standard & Poor’s 500 berbalik ke zona negatif pada akhir perdangangan. Stimulus segar dari China telah mendorong harga komoditas dan aset emerging-market, sementara itu nilai tukar yen juga menguat.

Indeks S&P 500 melemah 0,8% ke level 1,932.23 pada penutupan perdagangan Senin kemaren, sehingga sepanjang Februari indeks telah melemah 0,4%. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 123,47 poin atau 0,7% ke level 16.516,50 dan Nasdaq Composite Index turun 0,7%. “Setelah mengalami beberapa pekan yang baik, investor kelihatannya sedikit mengambil jeda, mungkin merealisasikan aksi ambil untung,” ujar Richard Sichel, Chief Investment Officer Philadelphia Trust Co, seperti dikutip Bloomberg.